Bertumbuh Bareng: Filosofi Gilang Margi Membangun Bisnis dari Keterbatasan - Koran Mandalika

Bertumbuh Bareng: Filosofi Gilang Margi Membangun Bisnis dari Keterbatasan

Jumat, 25 Juli 2025 - 22:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah era digital yang penuh dengan ambisi personal dan pencitraan kesuksesan instan, Gilang Margi Nugroho memilih jalan yang berbeda. Ia bukan sekadar membangun bisnis, tapi membangun rumah besar untuk tumbuh bersama. Rumah itu bernama Gudang Parfum Import, sebuah ekosistem yang lahir dari kegagalan, dibesarkan dengan kerja keras, dan dirawat dengan niat tulus untuk memberdayakan.

Dari Kontrakan, Bukan Konglomerat

Gilang hidup di kontrakan selama 27 tahun. Ia tidak punya warisan bisnis, tidak pula memulai dengan koneksi elit. Semuanya dibangun dari bawah. Ia pernah jual gorengan, casing HP, makanan ringan—bukan karena gaya, tapi karena kebutuhan.

Sebelum parfum, Gilang sempat sukses di bisnis kuliner “Kepiting Nyinyir”. Lima cabang, belasan karyawan, dan omset yang menjanjikan. Namun, pandemi meluluhlantakkan semuanya. Ia kembali ke titik nol.

Parfum: Bukan Produk, Tapi Peluang

Dari reruntuhan harapan, Gilang melihat satu cahaya: parfum. Bukan semata soal wanginya, tapi soal karakternya—mudah dijual, dibutuhkan berulang, dan bisa jadi pintu masuk siapa pun ke dunia bisnis.

Namun yang membedakan Gilang adalah: ia tidak berhenti pada menjual produk. Ia membangun sistem.

Gudang Parfum Import: Ekosistem yang Saling Mengangkat

Model bisnis Gudang Parfum Import tidak dibangun seperti reseller konvensional. Dengan modal Rp1,8 juta, siapa pun bisa ikut. Tapi Gilang tidak ingin sekadar ramai di angka. Ia membentuk kurikulum, bimbingan, materi, dan support yang membuat para reseller—dari ibu rumah tangga sampai korban PHK—benar-benar merasa dibesarkan.

Tidak ada sistem ranking. Tidak ada tekanan target. Yang ada hanyalah filosofi: kalau kamu naik, yang lain harus ikut naik.

Baca Juga :  Overcoming the Challenges of Sustainable Waste Management, RESINERGI announces sustainable integrated waste management project in Ponorogo.

Selama setahun pertama, Gilang tidak mengambil gaji. Semua profit diputar untuk sistem dan ekspansi. Hari ini, omzet puluhan juta per hari bukan lagi angka mimpi. Tapi lebih penting dari itu, ada ratusan reseller yang mengubah hidup mereka: bisa sekolahin anak, beliin motor suami, bahkan nyekolahin adik.

Bisnis Bukan Buat Gagah-Gagahan

“Bisnis bukan buat keren-kerenan, tapi buat jadi kendaraan bareng-bareng,” ujar Gilang.

Ia menolak menjual mimpi palsu. Yang ia tawarkan adalah ketekunan, keberanian, dan kerendahan hati untuk belajar dari kegagalan. Ia ingin orang-orang berhenti mengejar bisnis yang ‘cuan cepat’, dan mulai mencari bisnis yang bisa diajak tumbuh bersama.

Karena menurut Gilang, pertanyaan penting dalam membangun usaha bukan “berapa untungnya?”, tapi: “siapa yang bisa ikut tumbuh bersama kita?”

Berita Terkait

Lebih dari Sekadar Sebuah Ruang: CURATED LIVING Hadir di ASHTA District 8
Memperkuat Kualitas Layanan, IPCC Lakukan Management Walkthrough Terminal Satelit Banjarmasin
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing Global, Tembakau Premium PTPN I Jadi Andalan Industri Cerutu Dunia
Kesalahan Menyimpan Dana Darurat yang Sering Dilakukan
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Akses Air Bersih, PTPN IV PalmCo dan Polres Langkat Bangun Sumur Bor bagi Masyarakat
Prospek Karier Kreatif dan Lukratif Product Design Engineering
Bank Raya Hadir di Lala Market Vol.11, Dorong Pengalaman Transaksi Digital Praktis untuk Ribuan Fashion Enthusiasts
Industri Global dan Lokal Memberikan Dukungan Kuat pada Automechanika Jakarta saat Pendaftaran Pengunjung Dibuka

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54

Blokade Jalan di Jalur Wisata Lombok Tengah Disorot, DPRD: Jangan Rusak Iklim Investasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:10

Marak Modus Penipuan COD Mengatasnamakan J&T Cargo, Warga Diminta Waspada

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:24

Tekan Stunting, Tim PMT Lokal Leneng Salurkan Makanan Tambahan untuk 79 Balita

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:18

Anak Yatim Piatu Tetap Diupayakan Diterima di Sekolah Negeri, Keluarga Apresiasi Kebijakan Sekolah

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:52

Yatim Piatu Tersingkir dari Sekolah Negeri, Status di KK Lebih Menentukan daripada Kondisi Nyata

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:44

Status Persero Kembali, ITDC Tancap Gas Kembangkan Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:42

Ananda Mikola: Mandalika Fokus Cetak Pembalap NTB, Bukan Sekadar Bentuk Tim Balap

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:29

Ananda Mikola Tegaskan MGPA Terus Dukung MRS sebagai Ajang Pembinaan Pembalap Nasional

Berita Terbaru

Teknologi

Kesalahan Menyimpan Dana Darurat yang Sering Dilakukan

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:00