BINUS @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama pada Apel Manalagi - Koran Mandalika

BINUS @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama pada Apel Manalagi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 16:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINUS @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama pada Apel Manalagi

Malang, 21 Oktober 2025 — Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil apel terbesar di Indonesia, terutama varietas Apel Manalagi yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal. Namun dalam beberapa tahun terakhir, petani menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta perekonomian daerah.

Menanggapi fenomena tersebut, dosen Program Studi Computer Science BINUS @Malang M. Aldiki Febriantono, ST., MT mengambil langkah inovatif melalui kegiatan Inovasi Teknologi untuk Mengatasi Penyakit dan Hama pada Tanaman Apel Manalagi di Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan semangat Digitechpreneur, yaitu penggabungan inovasi digital dan pemecahan masalah nyata di masyarakat melalui pendekatan kewirausahaan dan teknologi.

Langkah ini bertujuan untuk mengatasi penurunan hasil panen yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit melalui penerapan teknologi digital berbasis mobile. Dengan adanya solusi ini, petani dapat lebih cepat dan akurat dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman, sehingga dapat melakukan tindakan pengendalian yang lebih efektif. Teknologi ini diharapkan mampu meminimalkan kerugian dan meningkatkan hasil panen apel Manalagi yang berkualitas tinggi.

Proses pengembangan ini telah dimulai sejak Januari 2025 melalui forum diskusi grup (FDG) antara Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPELITBANGDA) Kabupaten Malang dan BINUS @Malang, kemudian berlanjut pada Agustus 2025 dengan kunjungan lapangan ke kebun apel Manalagi. Dalam kegiatan ini, tim dosen melakukan observasi langsung terhadap kondisi tanaman, berdialog dengan petani, serta memperkenalkan solusi digital yang diberi nama ManalagiCare.

Aplikasi ManalagiCare menjadi hasil nyata dari kolaborasi ini. Aplikasi berbasis mobile ini dirancang khusus untuk membantu petani dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman apel secara real-time. Salah satu fitur unggulannya adalah identifikasi visual menggunakan kamera ponsel. Petani cukup mengarahkan kamera ke bagian tanaman yang dicurigai terinfeksi, dan aplikasi akan secara otomatis mendeteksi jenis penyakit atau hama tersebut. Setelah itu, sistem menampilkan informasi diagnostik yang jelas, termasuk jenis penyakit atau hama serta rekomendasi tindakan pengendalian yang sesuai. Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), aplikasi ini terus belajar dari data lapangan untuk meningkatkan akurasi deteksi dan efektivitas saran yang diberikan.

Baca Juga :  Berdampak Positif bagi Perekonomian, Sampoerna Pacu Pengembangan Kualitas SDM

Melalui teknologi ini, petani tidak hanya terbantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, tetapi juga mendapatkan akses terhadap informasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain itu, data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memantau pola serangan penyakit dan hama secara lebih luas, sehingga kebijakan pertanian dapat dibuat dengan lebih efektif dan terarah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Melalui pengembangan aplikasi ManalagiCare, kami berharap petani dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan pertanian lokal” ujar Bapak Aldiki.

Selain memberikan manfaat langsung bagi petani apel Manalagi, inovasi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan di bidang agritech, mendorong kolaborasi lintas disiplin antara teknologi informasi dan pertanian, serta memperluas dampak ekonomi daerah. Aplikasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pertanian cerdas (smart agriculture) yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim di masa depan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Deteksi Metana dari Udara dengan AIRINS TDLAS untuk Fasilitas Migas
Halo Robotics Memperkenalkan Teknologi Drone Underwater untuk Inspeksi Bawah Air
Bangun Digital Twin Aset dan Fasilitas dengan Handheld Scanner XGRIDS
DJI Dock 4 Dukung Tim Keamanan dan Inspeksi Pantau Area Industri secara Otomatis
Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen
Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal
NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL
BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 04:02

Deteksi Metana dari Udara dengan AIRINS TDLAS untuk Fasilitas Migas

Senin, 9 November 2026 - 04:02

Halo Robotics Memperkenalkan Teknologi Drone Underwater untuk Inspeksi Bawah Air

Senin, 9 November 2026 - 03:02

Bangun Digital Twin Aset dan Fasilitas dengan Handheld Scanner XGRIDS

Senin, 9 November 2026 - 02:02

DJI Dock 4 Dukung Tim Keamanan dan Inspeksi Pantau Area Industri secara Otomatis

Minggu, 8 November 2026 - 21:02

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen

Minggu, 8 November 2026 - 19:02

NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL

Minggu, 8 November 2026 - 18:02

BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI

Minggu, 8 November 2026 - 16:02

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Berita Terbaru