Koran Mandalika, Lombok Tengah- Hidup Linamin sangat memprihatinkan. Dia tinggal di rumah berukuran 3×4 meter yang sudah reyot.
Warga Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, itu tinggal sebatang kara.
Rumah yang seharusnya memberikan kenyamanan, nyatanya hanya beralaskan tanah berdebu serta atap yang bocor sewaktu hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumahnya hanya mempunyai satu kamar tidur yang sekaligus menjadi ruang tamu.
Meski hidup dengan kondisi memprihatinkan, Linamin mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi, apalagi pusat. Bahkan, aparat desa setempat belum pernah berkunjung untuk melihat kondisinya.
Kakek berusia sekitar 60 tahun itu kini bertahan hidup hanya dengan mengandalkan singkong yang ditanam di pekarangan rumahnya. Sesekali, tetangganya memberikannya makanan.
Sebelumnya, Linamin tinggal bersama istrinya. Namun, 15 tahun silam, dia ditinggal istrinya yang telah meninggal dunia.
“Saya pernah dikaruniai anak tetapi meninggal sewaktu masih kecil,” ratap Linamin.
Linamin memiliki satu saudara yang tinggal jauh dari rumahnya. Dia pun jarang bertemu dengan keluarganya itu.
Belakangan ini, Linamin mengalami gangguan pada penglihatannya. Matanya kerap berair dan perih. (dik)












