Koran Mandalika, Lombok Timur – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung pembangunan jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur.
Diketahui, jembatan tersebut sebelumnya rusak parah akibat banjir. Saat ini, pembangunan jembatan dilaporkan telah rampung dan siap digunakan.
Jembatan itu merupakan penghubung antar dua kecamatan, yakni Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya, serta menjadi jalur utama bagi anak sekolah, guru, dan akses menuju layanan kesehatan seperti Puskesmas.
Selain itu, Jembatan Perigi juga berperan penting dalam pengangkutan hasil pertanian warga, mulai dari jagung, srikaya, hingga komoditas lainnya. Jalur ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat dengan perputaran yang disebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.
Iqbal menegaskan bahwa penanganan pascabanjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secepat mungkin. Ia menjelaskan, jembatan darurat di Perigi dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.
“Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaannya dipercepat,” kata Iqbal, Jumat (16/1).
Ia mengungkapkan bahwa material jembatan sempat berada di Jawa sehingga membutuhkan waktu mobilisasi. Pada masa darurat, warga sempat membuat akses sementara menggunakan bambu. Namun, berkat kerja cepat lintas pihak, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari.
Iqbal meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur demi keamanan masyarakat.
Salah seorang warga, yakni Sidik, menyampaikan rasa syukurnya atas respons cepat pemerintah.
“Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.
Usai meninjau Perigi, Iqbal melanjutkan kunjungan ke Desa Jurit, untuk melihat kondisi jembatan yang juga putus akibat banjir.
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.
Iqbal menegaskan akses ini harus segera dipulihkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terlebih Lendang Nangka Utara, termasuk wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih tinggi.
“Ini akan segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur agar segera dibangun. Harus ada solusi sementara dan permanen,” tegasnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tak lupa Iqbal melaksanakan Salat Jumat sekaligus bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Desa Lendang Nangka Utara.
Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran dan sungai dari sampah serta sedimentasi sebagai langkah pencegahan bencana.
Pada dua lokasi kunjungan, Iqbal juga menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak dari Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Baznas Provinsi NTB.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsnaul Khalik, memastikan bahwa penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026, sesuai tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta ketersediaan anggaran.
”Dalam waktu dekat, Gubernur NTB juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa yang terdampak banjir,” pungkasnya. (*)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT












