Waspada "Social Engineering" Tatap Muka: Saat Penipu Tak Lagi Sembunyi di Balik Layar - Koran Mandalika

Waspada “Social Engineering” Tatap Muka: Saat Penipu Tak Lagi Sembunyi di Balik Layar

Kamis, 2 April 2026 - 13:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah kemudahan layanan keuangan digital, ancaman penipuan kini berevolusi. Jika dulu kita sering diminta waspada terhadap telepon atau SMS mencurigakan, kini penipu berani muncul langsung di depan mata. Teknik ini dikenal sebagai social engineering sebuah manipulasi psikologis untuk membuat korban menyerahkan data pribadi secara sukarela.

Global Anti-Scam Alliance (GASA) mencatat kerugian akibat penipuan digital menembus USD 1 triliun setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, laporan State of Scams 2025 mengungkap fakta mengejutkan: sekitar 66% masyarakat pernah berhadapan dengan upaya penipuan, baik secara digital maupun interaksi langsung.

Modus “Tatap Muka” yang Sering Mengecoh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbeda dengan penipuan online, pelaku modus tatap muka biasanya mendekati korban di tempat umum seperti mall, lingkungan kerja, atau pusat keramaian lainnya. Mereka tampak meyakinkan karena berinteraksi langsung dan sering kali menyamar sebagai petugas resmi.

Berikut adalah beberapa skenario yang wajib Kamu waspadai:

Menyamar Jadi Sales/Petugas Resmi: Pelaku menawarkan promo menarik atau hadiah. Syaratnya? Korban diminta selfie dengan KTP atau verifikasi wajah di tempat. Tanpa disadari, data ini digunakan untuk pengajuan pinjaman atau layanan keuangan tanpa izin.

Baca Juga :  Optimasi Brand Kamu untuk ChatGPT, Gemini, dan Mesin AI Lainnya

Modus Pinjam HP untuk Aktivasi: Pelaku berpura-pura butuh bantuan mengaktifkan aplikasi dan meminjam ponsel korban. Saat ponsel berpindah tangan, mereka dengan cepat mendaftarkan data korban ke aplikasi tertentu.

● Isi Survei Berhadiah: Berdalih sedang melakukan pendataan atau survei, pelaku meminta data identitas lengkap dan foto wajah sebagai syarat administrasi.

Imbalan Uang untuk Sewa Akun: Pelaku menawarkan sejumlah uang jika korban mau meminjamkan akun atau membantu pendaftaran. Banyak yang tergiur karena merasa tidak ada risiko, padahal identitas mereka sedang disalahgunakan.

Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat

Jangan mudah tergiur! Segera curiga jika Kamu menemui situasi berikut:

● Ada orang asing yang menawarkan imbalan program yang sangat menguntungkan.

● Meminta data sensitif (KTP, selfie identitas, atau verifikasi wajah) di tempat umum.

● Mendesak untuk melakukan proses dengan cepat.

Baca Juga :  bitbybit Bahas Pergeseran Tren 'Mobile-First' ke 'AI-First' di AI Business Summit 2025

● Menawarkan uang sebagai imbalan penggunaan akun atau limit kredit Kamu.

Pesan Penting: Data Kamu Adalah Kunci

PT Akulaku Finance Indonesia menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran layanan yang sah hanya boleh dilakukan secara mandiri oleh pemilik data melalui aplikasi resmi, tanpa paksaan pihak mana pun. Penipuan sering terjadi bukan karena sistem yang jebol, melainkan karena kelalaian pengguna dalam menjaga data pribadinya.

Langkah Lindungi Diri:

1. Jaga Data Sensitif: Jangan pernah berikan foto KTP, selfie wajah, atau kode OTP kepada siapa pun.

2. Jangan Pinjamkan Ponsel: Ponsel Kamu adalah akses ke berbagai data keuangan penting.

3. Gunakan Jalur Resmi: Pastikan pengajuan layanan hanya dilakukan melalui aplikasi resmi perusahaan.

4. Verifikasi Ulang: Jika ada yang mengaku petugas, cek kebenarannya melalui layanan pelanggan resmi 1500920.

Kewaspadaan adalah perlindungan terbaik di era ekonomi digital. Dengan menjaga kerahasiaan data, Kamu telah menutup pintu bagi para penipu yang mencoba memanfaatkan kelengahan Kamu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rancang Solusi Energi Terbarukan untuk Pertamina NRE, Mahasiswa BINUS Raih Juara 1 BCC IYREF 2026
ezSign Melayani Dokumen Digital Rumah Sakit hingga Kontrak Korporasi
Student Leaders Conference 2026: Empat Bekal untuk Menjadi Student Leader yang Siap Memimpin dan Berdampak
BRI Finance Gandeng YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT
Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat
Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor
XAUUSD Berpeluang Menguat Hari Ini, Dupoin Futures Cermati Level 4.277
Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Berita Terbaru