Koran Mandalika, Mataram – Tim gabungan berhasil mengevakuasi pendaki asal Malaysia yang mengalami insiden saat melakukan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani.
Seluruh tim yang terlibat, diantaranya Basarnas Mataram, EMHC, Asuransi Syariah Kita Bisa, SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic, Unit SAR Lombok Timur, para relawan, serta seluruh petugas TNGR.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dalam keterangan tertulisnya menyampaikan kondisi cuaca saat proses evakuasi sangat bersahabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berawal dari laporan petugas piket TNGR di Pelawangan pada pukul 06.45 WITA yang menyampaikan kondisi cuaca cerah, proses evakuasi udara segera dipersiapkan demi keselamatan korban pendaki warga negara Malaysia yang mengalami kecelakaan saat pendakian,” tulisnya, Selasa (26/5).
Selanjutnya, korban dipindahkan ke tandu pada pukul 07.15 Wita untuk mempermudah proses evakuasi udara.
“Helikopter kemudian take off menuju Pelawangan 2 pada pukul 07.18 Wita,” lanjutnya.
Helikopter berhasil mendarat di helipad Pelawangan 2 pada 08.15 Wita dan langsung mengevakuasi korban menuju Sembalun.
Setelah itu, korban diterbangkan menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali.
“Tepat pukul 09.10 Wita, korban tiba di RS Inmedika Denpasar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya
Pihak TNGR menegaskan bahwa, evakuasi udara adalah salah satu bentuk klaim pada Asuransi Premium yang ada di TNGR.
Para pendaki diimbau agar lebih memperhatikan kesiapan serta keselamatan dalam melakukan pendakian.
“Di balik indahnya Rinjani, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tutupnya. (*)






