Koran Mandalika, Mataram – Pemprov NTB prioritaskan pemulihan aktivitas ekonomi Warga Desa Adat Sade yang sempat terhenti akibat peristiwa kebakaran yang menimpa kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Ketua Satgas Rekonstruksi Desa Adat Sade, Lalu Muhammad Faozal, mengatakan pembangunan beberapa fasilitas ekonomi seperti museum dan tempat usaha akan terlebih dahulu diselesaikan.
“Memang dalam waktu dekat kita akan menyelesaikan pembangunan museum dan fasilitas ekonomi lainnya, tempat usaha dan lain-lain yang memang bisa menghidupi dulu masyarakat yang ada di Sade,” kata Faozal, Selasa (8/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, lanjut Faozal, pihaknya juga menargetkan penyelesaian master plan (rencana induk) secara utuh, seperti fasilitas umum dan lainnya.
“Yang pasti dalam waktu dekat akan kita bangun satu masjid, masjid Sade, masjid besar itu akan kita mulia, museum juga akan segera dimulai, sekenem untuk aktifitas ekonomi akan segera dimulai, toilet juga akan segera dimulai,” lanjutnya.
Terkait relokasi masyarakat Sade, Faozal menuturkan ada 40 rumah yang telah disiapkan dan akan dipastikan terlebih dahulu kelayakannya. Tak hanya itu, pihaknya juga merencanakan beberapa unit rumah tambahan.
“Kan sudah ada tempat di samping kantor desa ada 40 unit rumah yang dibangun 2018 lalu dan saya sempat tempatkan posko di dekat situ,” tuturnya.
Fozal menjelaskan, pola rekonstruksi Desa Adat Sade akan menggunakan skema donasi. Artinya tiap-tiap bangunan akan dibangun oleh donatur.
“Kita sekarang polanya itu mendonasikan bangunan-bangunan ini pada donatur dengan menyiapkan satu kantong donasi khusus di Bank NTBS. Jadi satu rekening yang kita tempatkan di Bank NTBS untuk para donasi,” jelasnya. (dik)






