Koran Mandalika, Mataram – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), buka suara soal kenaikan dana bantuan sosial (Bansos) pada rancangan APBD Perubahan 2026.
Kepala Dinsos P3A NTB, Ahmad Masyhuri membenarkan adanya kenaikan dana bansos yang dikelola oleh OPD nya. Namun, hal itu lantaran dimasukannya anggaran untuk Program Desa Berdaya.
“Memang Bansos naik sangat signifikan, kenapa? Karena disitu dimasukan Program Desa Berdaya anggarannya di kami di Dinas Sosial,” katanya, Kamis (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia merincikan, anggaran Program Desa Berdaya yang akan ditransfer mencapai Rp36,11 miliar. Selain itu, disiapkan pula bantuan untuk menanggulangi keadaan krisis di masyarakat seperti bencana.
“Ada juga nanti mirip kayak bansos. Ini untuk menanggulangi keadaan krisis di masyarakat, musim panasa, besok angin ribut Bulan Desember kita siapkan beberapa paket bantuan,” ucapnya.
Tidak hanya itu, ada juga bantuan berupa barang persediaan untuk masyarakat disabilitas.
“Yang lainnya ada juga kita berikan tapi ini juga barang persediaan modelnya ya, digolongkan bansos juga boleh karena ini kan bentuk bantuan sosial ya. Itu kita berikan kursi roda, stik, itu untuk kebutuhan teman-teman disabilitas,” jelas Masyhuri.
Menurutnya, kenaikan dana bantuan sosial itu sangat wajar. Pasalnya, kata Masyhuri, anggaran bantuan yang dikelola Dinsos P3A NTB sebelumnya terbilang sangat rendah.
“Karena memang standar pelayanan minimal Dinas Sosial daru sisi anggaran itu dulu sampai tahun ini tu di murni sangat rendah. Sangat wajar ya dinaikan,” pungkasnya. (dik)






