Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting - Koran Mandalika

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting

Koran Mandalika, Lombok Tengah — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas penanganan isu perempuan dan anak. Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya peranan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) sebagai garda terdepan dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

​Wabup Nursiah menyampaikan bahwa fokus utama Pemkab saat ini mencakup pencegahan pernikahan usia anak, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta percepatan penurunan angka stunting secara berkelanjutan.

​”DP3AP2KB memiliki peran strategis yang menyentuh langsung fondasi keluarga di Lombok Tengah. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara dinas, aparat penegak hukum, tokoh agama, hingga pemerintah desa harus diperkuat agar upaya pencegahan dan pendampingan korban berjalan optimal,” tegas Nursiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menanggapi maraknya kasus sosial yang mengancam tumbuh kembang anak, Nursiah meminta DP3AP2KB untuk tidak hanya fokus pada respons pasca-kejadian, tetapi juga memperkuat langkah-langkah preventif berbasis komunitas.

​Ia juga menginstruksikan agar proses pendampingan hukum dan psikologis bagi korban kekerasan dilakukan secara tuntas dan inklusif hingga tingkat desa.

​”Anak-anak adalah masa depan Lombok Tengah. Kita harus memastikan hak-hak mereka terlindungi. Pendampingan bagi korban harus benar-benar menyentuh aspek trauma dan keberlanjutan pendidikan mereka,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Lombok Tengah Hadirkan Senyum Anak Yatim Lewat Rahman Rahim Day 1448 H

​Evaluasi Alokasi Anggaran dan Kinerja
​Selain penguatan program lapangan, Wabup Nursiah memastikan Pemkab Lombok Tengah terus mengevaluasi ketersediaan alokasi anggaran dan efektivitas program kerja di DP3AP2KB.

Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan program penanganan stunting dan perlindungan anak tepat sasaran serta memiliki daya jangkau yang luas.

​Pemerintah Daerah berharap kolaborasi lintas sektor yang makin solid mampu menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta bebas dari praktik pernikahan dini di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Tengah. (my)

Koran Mandalika, Lombok Tengah — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas penanganan isu perempuan dan anak. Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya peranan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) sebagai garda terdepan dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

​Wabup Nursiah menyampaikan bahwa fokus utama Pemkab saat ini mencakup pencegahan pernikahan usia anak, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta percepatan penurunan angka stunting secara berkelanjutan.

​”DP3AP2KB memiliki peran strategis yang menyentuh langsung fondasi keluarga di Lombok Tengah. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara dinas, aparat penegak hukum, tokoh agama, hingga pemerintah desa harus diperkuat agar upaya pencegahan dan pendampingan korban berjalan optimal,” tegas Nursiah.

Baca Juga :  Pemprov NTB Melalui DP3AP2KB Sinergikan Penanganan Kekerasan Seksual dan Pencegahan Perkawinan Anak

​Menanggapi maraknya kasus sosial yang mengancam tumbuh kembang anak, Nursiah meminta DP3AP2KB untuk tidak hanya fokus pada respons pasca-kejadian, tetapi juga memperkuat langkah-langkah preventif berbasis komunitas.

​Ia juga menginstruksikan agar proses pendampingan hukum dan psikologis bagi korban kekerasan dilakukan secara tuntas dan inklusif hingga tingkat desa.

​”Anak-anak adalah masa depan Lombok Tengah. Kita harus memastikan hak-hak mereka terlindungi. Pendampingan bagi korban harus benar-benar menyentuh aspek trauma dan keberlanjutan pendidikan mereka,” tambahnya.

​Evaluasi Alokasi Anggaran dan Kinerja
​Selain penguatan program lapangan, Wabup Nursiah memastikan Pemkab Lombok Tengah terus mengevaluasi ketersediaan alokasi anggaran dan efektivitas program kerja di DP3AP2KB.

Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan program penanganan stunting dan perlindungan anak tepat sasaran serta memiliki daya jangkau yang luas.

​Pemerintah Daerah berharap kolaborasi lintas sektor yang makin solid mampu menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta bebas dari praktik pernikahan dini di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Tengah. (my)

Berita Terkait

Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu
Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi
DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat
Teka-teki Lokasi Makodam Rinambora: Mengapa Lombok Tengah Jadi Alternatif Kuat?
15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:02

Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:10

BP Tapera Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Evaluasi PKPN Program Tiga Juta Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:02

Lagi Cari Solusi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Okt? Begini Solusinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02

BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:02

Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan di Yogyakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:02

PTPP Raih KESGI Award 2026, Perkuat Kepemimpinan dalam Penerapan ESG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:02

Semangat Sumpah Pemuda, KAI Daop 2 Bandung Hadirkan Rail Clinic untuk Layani Kesehatan Gratis Warga Rancaekek

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:02

PLN NPC Raih Penghargaan Top GRC Awards 2026, Perkuat Komitmen Tata Kelola dan Keberlanjutan Bisnis

Berita Terbaru