Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali - Koran Mandalika

Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan standar industri pariwisata nasional. Melalui layanan sertifikasi, PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar menyerahkan Sertifikat Usaha Pariwisata Berbasis Risiko sekaligus menetapkan kembali Star Rating Hotel Bintang 5 kepada PT Sarana Arga Mandiri / The Kuta Beach Heritage Hotel Bali.

Sertifikasi tersebut merupakan hasil proses audit Renewal & Surveillance oleh SUCOFINDO International Certification Services (ICS) dalam skema Sertifikasi Usaha Pariwisata kategori Hotel Bintang 5. Sertifikat secara simbolis diserahkan oleh Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar, Rusdi Palureng kepada General Manager The Kuta Beach Heritage Hotel, Pascal Bellon, bersama jajaran manajemen hotel.

Rusdi Palureng menyampaikan bahwa penerapan sertifikasi berbasis risiko menjadi pendekatan penting dalam memastikan keberlanjutan kualitas layanan serta kepatuhan terhadap standar usaha industri perhotelan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendekatan berbasis risiko memungkinkan setiap potensi risiko operasional diidentifikasi sehingga sistem manajemen hotel dapat berjalan secara konsisten serta mampu menjaga mutu layanan,” tutur Rusdi Palureng.

Baca Juga :  Jelang Nataru 2025/2026, Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Sumatera Utara

Rusdi Palureng menambahkan bahwa audit dilakukan secara komprehensif untuk memastikan kesesuaian terhadap standar dan regulasi, termasuk Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI PM.53/HM.001/MPEK/2013 serta Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor 4 Tahun 2014. Audit tersebut mencakup evaluasi kebijakan dan sasaran organisasi, penerapan sistem manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan pangan, mutu produk, serta keamanan informasi.

“Tim auditor melakukan peninjauan terhadap manual sistem, prosedur operasional, dokumen pendukung, serta rekaman (records) sebagai bukti objektif efektivitas implementasi sistem manajemen. Pendekatan Renewal & Surveillance memastikan keberlanjutan penerapan standar, bukan hanya pada saat sertifikasi awal, tetapi juga dalam praktik operasional sehari-hari,” tambah Rusdi Palureng.

Di kesempatan yang sama, Pascal Bellon menyampaikan bahwa keberhasilan mempertahankan predikat hotel Bintang 5 menjadi motivasi bagi manajemen dan seluruh tim hotel untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan terbaik serta memastikan operasional hotel berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan manajemen risiko,” kata Pascal Bellon.

Baca Juga :  Khriz Zaragoza Named Among the Top Pinterest Managers in the Philippines Helping Brands Tap Into Overlooked Search Traffic

Penetapan kembali Star Rating Hotel Bintang 5 berbasis risiko ini memperkuat posisi The Kuta Beach Heritage Hotel Bali sebagai hotel yang konsisten dalam menjaga kualitas layanan, tata kelola operasional, serta kepatuhan terhadap standar nasional. Sertifikasi ini juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan wisatawan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan terhadap mutu industri perhotelan di Bali.

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen mendukung peningkatan standar dan daya saing industri nasional melalui layanan penjaminan mutu yang independent, professional, dan terpercaya, termasuk melalui layanan Sertifikasi Usaha Pariwisata, Sertifikasi Halal, Pengujian Kualitas Air dan Lingkungan, Sertifikasi Sistem Manajemen (ISO), hingga Sertifikasi Usaha Pariwisata Berkelanjutan berbasis Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang menilai aspek pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli
BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus
Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan
Ikatan Perencana Desa (IPD) Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Memahami Desa
Polda NTT Dampingi Wapres Gibran dari Sekolah hingga Tenda Pengungsian, Pastikan Korban Gempa Terlayani
AGE Strategic Perkuat Ekosistem Strategy-to-Execution untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis di Indonesia
Momentum Strategis Indonesia Emas 2045! Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar
Memperkuat Pemasaran Digital Asia Tenggara: Tigo AI Meluncurkan Sistem Terpadu Produksi Iklan AI dan Distribusi Konten Native

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:07

Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 22:43

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Berita Terbaru