Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral - Koran Mandalika

Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kedutaan Besar India di Jakarta memperingati Hari Kemerdekaan India ke-80 dengan upacara pengibaran Bendera Tiga Warna India, pidato yang menyoroti perjalanan pembangunan India, serta pertunjukan budaya oleh para pelajar dari sejumlah sekolah di Jakarta. Perayaan berlangsung di kompleks baru Kedutaan Besar India di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Perayaan tersebut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar India, komunitas India, tamu Indonesia, serta para sahabat India di Indonesia. Peringatan tahun ini juga berlangsung di tengah semakin menguatnya hubungan India dan Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan pengibaran Tricolour India di kompleks baru Kedutaan, dilanjutkan dengan prosesi peringatan Hari Kemerdekaan. Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan kutipan pidato Presiden India Droupadi Murmu kepada bangsa India pada malam menjelang Hari Kemerdekaan ke-80.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Murmu Tekankan Visi Viksit Bharat

Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta, Bijay Selvaraj, membacakan sejumlah bagian dari pidato Presiden Murmu setelah menyampaikan bahwa Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty sedang dalam kondisi kurang sehat dan kemudian akan menyampaikan sambutannya.

Dalam pesan Hari Kemerdekaannya, Presiden India Droupadi Murmu menyoroti kontribusi masyarakat dari berbagai sektor dalam pembangunan bangsa, mulai dari pelajar dan guru, ilmuwan dan insinyur, tenaga kesehatan, petani, pekerja, seniman, pengusaha, aparatur publik hingga anggota angkatan bersenjata.

“Makna sejati dari kebebasan terletak pada memastikan bahwa seluruh warga negara dapat memanfaatkan kesempatan untuk mewujudkan aspirasi mereka dan bekerja menuju tujuan menjadikan India sebagai negara terdepan di dunia,” ujar Presiden Murmu dalam pidatonya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada diaspora India serta para pejabat yang bertugas di perwakilan diplomatik India di berbagai negara karena turut meningkatkan prestise India di panggung global.

Presiden Murmu mengatakan India terus bergerak menuju pembangunan Viksit Bharat, atau India yang maju, pada saat negara tersebut mencapai usia 100 tahun kemerdekaan pada 2047.

“Kita bergerak maju menuju pembangunan Viksit Bharat pada tahun keseratus kemerdekaan kita pada 2047,” katanya. Ia menambahkan bahwa pembangunan harus memastikan “buah-buah pembangunan dapat dirasakan oleh setiap individu.”

Presiden Murmu juga menekankan pentingnya partisipasi publik, kesetaraan status dan kesempatan, serta martabat individu sebagai fondasi demokrasi konstitusional India. Menurutnya, masyarakat dari latar belakang biasa kini mampu memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang.

Pembangunan, Infrastruktur Digital, dan Generasi Muda

Pidato Presiden Murmu menyoroti pembangunan India yang cepat dan inklusif dalam lebih dari satu dekade terakhir, termasuk perkembangan infrastruktur digital dan meluasnya penggunaan pembayaran digital.

Baca Juga :  Jumlah Pelanggan KA Blambangan Ekspres Tumbuh 30,21 Persen Januari–Oktober 2025

“India telah mengembangkan infrastruktur digital terbesar dan terbaik di dunia,” kata Presiden Murmu, seraya menyebut bahwa pembayaran digital kini telah menjadi hal umum bahkan di toko-toko kecil di pedesaan dan di kalangan pedagang kaki lima. Ia juga menyebut lebih dari separuh transaksi digital real-time dunia berlangsung di India.

Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi India, pengembangan energi terbarukan, serta peran India di tingkat internasional. Menurutnya, “kepentingan nasional merupakan fondasi kebijakan luar negeri kita”, sementara perdamaian, kerja sama, dialog dan prinsip Vasudhaiva Kutumbakam menjadi sejumlah pilar kebijakan luar negeri India.

Presiden Murmu turut memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda India dan meningkatnya partisipasi perempuan di berbagai sektor. Ia menyebut 65 persen populasi India berusia di bawah 35 tahun dan menggambarkan generasi muda sebagai salah satu aset nasional paling berharga.

“Generasi muda kita semakin memperkuat keyakinan saya terhadap masa depan India yang cerah dan makmur,” kata Presiden Murmu, sembari menyoroti perkembangan kewirausahaan, startup, olahraga, dan berbagai peluang baru bagi generasi muda.

Pelajar Hadirkan Budaya India dalam Perayaan di Jakarta

Rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan juga diisi dengan pertunjukan budaya oleh para pelajar dari sejumlah sekolah di Jakarta, termasuk Gandhi Memorial Intercontinental School dan Beacon Academy International School Jakarta.

Pertunjukan tersebut memberikan nuansa budaya dan generasi muda yang kuat dalam perayaan, dengan para pelajar ikut memperingati Hari Kemerdekaan bersama diplomat, anggota komunitas India, serta para tamu undangan.

Keterlibatan pelajar dari berbagai sekolah juga mencerminkan hubungan budaya yang lebih luas antara India dan Indonesia, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal tradisi India dan memahami makna peringatan Hari Kemerdekaan.

Vande Mataram Jadi Bagian Penting Perayaan

Dalam sambutannya, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyoroti arti penting Vande Mataram, yang tahun ini memasuki peringatan 150 tahun. Ia mengingatkan bahwa lagu tersebut ditulis oleh Bankim Chandra Chattopadhyay, sementara musiknya digubah oleh Rabindranath Tagore.

“Ini adalah lagu yang sangat, sangat istimewa bagi negara kita,” kata Chakravorty, seraya menyebut bahwa Vande Mataram telah diberikan kedudukan yang setara dengan lagu kebangsaan India.

Chakravorty juga menyoroti inisiatif global yang mengajak masyarakat di berbagai negara menyanyikan Vande Mataram pada waktu yang telah ditentukan. Indonesia menjadi salah satu dari 54 negara yang berpartisipasi dalam inisiatif tersebut, dengan kegiatan menyanyi yang berlangsung secara berantai di berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  VRITIMES Jalin Kerjasama Strategis dengan BinekaNews, WartaViral, dan MetroLampung

Inisiatif tersebut memberikan dimensi internasional pada perayaan tahun ini, dengan menghubungkan peringatan identitas nasional India dengan partisipasi masyarakat di luar India.

Kunjungan Modi Perkuat Momentum Hubungan India-Indonesia

Chakravorty juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyoroti apa yang disebutnya sebagai tahun yang sangat penting bagi hubungan India dan Indonesia, menyusul kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada Juli lalu.

“Kita mendapat kehormatan menerima Perdana Menteri Modi bulan lalu di Jakarta. Dan seperti yang Anda ketahui, kunjungan tersebut sangat, sangat sukses, baik dari sisi citra, substansi maupun implikasi jangka panjangnya,” kata Chakravorty.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas sambutan hangat yang diberikan kepada Modi serta kepada tim di India dan Indonesia yang berkontribusi terhadap keberhasilan kunjungan tersebut.

Chakravorty mencontohkan bidang pendidikan sebagai salah satu sektor yang dapat memberikan manfaat nyata dari keterlibatan bilateral. Ia menyebut rencana pendirian kampus IIM Bangalore di Indonesia, dengan perkuliahan yang diproyeksikan dimulai pada Januari, serta rencana IIT Madras untuk mendirikan kampus di berbagai wilayah Indonesia dan mengembangkan pusat-pusat keunggulan inovasi.

“Ini adalah merek-merek besar India, dan upaya kami adalah membawa mereka ke Indonesia,” ujar Chakravorty.

Tiga Tahun Memperkuat Hubungan India-Indonesia

Chakravorty, yang tiba di Indonesia pada 14 Agustus 2023, turut merefleksikan tiga tahun masa tugasnya di Indonesia dan menyampaikan apresiasi kepada komunitas India serta para mitra di Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang diberikan.

Ia menyebut periode tersebut sebagai masa yang produktif bagi Kedutaan Besar India dan menyoroti berbagai keterlibatan tingkat tinggi antara kedua negara, termasuk kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke India tahun lalu serta rencana kunjungannya ke India untuk menghadiri KTT BRICS.

“Kita melihat bagaimana kita membangun lapisan demi lapisan hubungan antara India dan Indonesia,” kata Chakravorty, seraya menekankan bahwa penguatan hubungan bilateral tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat di kedua negara.

Perayaan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta akhirnya menjadi momentum untuk memperingati perjalanan India sejak merdeka sekaligus melihat kembali ambisi pembangunan negara tersebut dan semakin luasnya keterlibatan India dengan Indonesia. Digelar di kompleks baru Kedutaan Besar India dan melibatkan diplomat, komunitas India serta para pelajar Indonesia, perayaan tersebut menjadi salah satu gambaran perjalanan India menuju visi pembangunan Viksit Bharat 2047.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

XAUUSD Berpotensi Lanjut Turun, Dupoin Futures Soroti Level 4.318
LRT Jabodebek Hadirkan Layar Interaktif, Permudah Pengguna Akses Informasi di Stasiun
LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi
Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya
Akulaku Finance Bersama BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Rabu, 16 September 2026 - 22:43

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru