Koran Mandalika, Lombok Tengah – Di tengah padatnya kesibukan sebagai General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel, Helmi Junaidi memilih menyisihkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada anak-anak madrasah.
Helmi menyatakan kesiapannya mengajar bahasa Inggris bagi siswa kelas 5 dan 6 MI NW Leneng, Lombok Tengah. Kegiatan tersebut rencananya dilakukan secara rutin satu kali dalam sepekan, terutama pada waktu luang seperti Sabtu siang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan sekaligus ikhtiar mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan yang dapat menunjang masa depan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seminggu sekali untuk kelas 5 dan 6, di luar tugas utama sebagai GM. Tujuannya mengajar bahasa Inggris ini biar ke depan anak-anak ini punya skill saat proses penerimaan kerja,” kata Helmi.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda, terlebih Lombok merupakan salah satu daerah yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata.
Helmi sendiri tidak hanya akan mengajar di MI NW Leneng. Di Masjid Gegutu, Mataram, yang berada di sekitar Lombok Astoria Hotel, ia juga aktif mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak meski dengan fasilitas yang terbatas.
Ia menegaskan, apa yang dilakukannya bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak.
“Yang kita lakukan ini bagaimana memastikan masa depan anak negeri cerah. Apalagi Lombok ini daerah pariwisata, tentunya harus ditopang sumber daya manusia yang memadai,” ujarnya.
Niat baik tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala MI NW Leneng, Eni Handayani. Ia mengapresiasi kesediaan Helmi meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk memberikan tambahan ilmu kepada para siswa.
“Terima kasih atas perhatiannya ke sekolah untuk mengajar anak-anak. Semoga niat baik ini dibalas Allah,” kata Eni.
Apresiasi serupa disampaikan pengurus MI NW, Haji Ahmad Supli. Ia menilai kesediaan seorang pimpinan hotel untuk turun langsung mengajar anak-anak merupakan hal yang patut diapresiasi.
“Ini luar biasa. Kami sangat apresiasi Pak GM sudah rela datang dari Mataram untuk mengajar anak-anak kita di sini,” ungkap Anggota DPRD Lombok Tengah Fraksi PKS tersebut.
Bagi Helmi, berbagi ilmu tidak harus menunggu memiliki banyak waktu maupun fasilitas yang sempurna. Dengan menyisihkan waktu di tengah kesibukan, ia berharap semakin banyak anak di Lombok yang memiliki bekal keterampilan untuk menyongsong masa depan.
Langkah sederhana tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa membangun sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak. (wan)


