‎Peringatan BMKG, Cuaca Ekstrem di NTB 20 hingga 26 Januari - Koran Mandalika

‎Peringatan BMKG, Cuaca Ekstrem di NTB 20 hingga 26 Januari

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram- Berdasarkan hasil analisis terkini BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, diprakirakan akan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB pada periode 20 hingga 26 Januari 2026.
‎
‎Dalam keterangan tertulisnya, disampaikan bahwa saat ini dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas yang signifikan di sekitar wilayah NTB.
‎
‎Beberapa indikator utama penyebab peningkatan potensi cuaca ekstrem, antara lain adanya Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau berada di wilayah pesisir utara Australia sebelah barat daya Teluk Carpentaria, dengan kecepatan angin maksimum 25 knot, tekanan udara minimum adalah 998 hPa, bergerak ke arah Barat, aktifnya MJO spasial, gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin di wilayah NTB, adanya pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB, kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai lapisan ketinggian, serta labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di NTB.
‎
‎Kondisi atmosfer ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif (awan cumulonimbus) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir/kilat dan angin kencang.
‎
‎Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
‎
‎1. 20 Januari 2026
‎Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.
‎2. 21 Januari 2026
‎Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.
‎3. 22 Januari 2026
‎Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.
‎4. 23 Januari 2026
‎Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.
‎5. 24 Januari 2026
‎Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.
‎6. 25 Januari 2026
‎Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.
‎7. 26 Januari 2026
‎Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Bima, dan Kab. Dompu.
‎
‎Selain hujan lebat, terdapat pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB. Pada tanggal 20 – 22 Januari 2026, kategori Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 m berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian Utara, dan Selat Sape bagia Utara.
‎
‎Sementara, pada tanggal yang sama, kategori tinggi gelombang 2.5 – 4.0 m berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.
‎
‎Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, hingga pohon tumbang.
‎
‎Pastikan saluran air bersih dari sampah agar tidak terjadi luapan saat hujan lebat, hindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, pangkas ranting pohon yang rapuh, dan siapkan rencana evakuasi dini bila tinggal di daerah rawan bencana.
‎
‎Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan mengambil langkah mitigasi, termasuk pengecekan infrastruktur drainase, penyuluhan kepada masyarakat, serta peningkatan koordinasi antar instansi dalam penanganan potensi bencana. (*)

Baca Juga :  Gubernur NTB Setujui RSUD Praya Naik Kelas ke Tipe B

Berita Terkait

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar
MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda
275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama
Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:02

FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Raih Dua Penghargaan di The Iconomics Forum 2026, Jasa Marga Buktikan Keunggulan Layanan Pelanggan dan Tata Kelola Korporasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Proyek Beda Jenis, Harus Ganti Kontraktor Juga?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:02

7 Cara Mengevaluasi Performa Telepon Bisnis dengan Call Tracking

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:02

Perkuat Ekosistem Industri Kreatif, Game Application and Technology BINUS UNIVERSITY Kembali Gelar Jakarta Game Fest 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:02

Tokocrypto Raih Gold di Marketing Excellence Awards Indonesia 2026 untuk Campaign Ramadan

Berita Terbaru

Teknologi

Proyek Beda Jenis, Harus Ganti Kontraktor Juga?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 11:02