Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Tarif Trump Effect Bayangi Pasar Kripto - Koran Mandalika

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Tarif Trump Effect Bayangi Pasar Kripto

Selasa, 8 April 2025 - 11:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 8 April 2025 — Harga Bitcoin kembali melemah tajam, turun ke bawah level $80.000 pada Senin (7/4), di tengah gelombang tekanan makroekonomi dan kekhawatiran investor atas kebijakan tarif impor kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Koreksi ini terjadi seiring arus keluar modal dari pasar aset berisiko, termasuk kripto, yang mencatat likuidasi lebih dari US$590 juta dalam satu hari.

Kondisi pasar kripto saat ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kebijakan Trump yang mengusulkan kenaikan tarif impor memicu reaksi negatif dari investor. Pasar menilai kebijakan tersebut berisiko memperparah tekanan harga dan menciptakan ketidakpastian dalam perdagangan global.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa efek dari retorika politik Trump sudah terasa di pasar keuangan global, termasuk kripto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebijakan tarif Trump memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global. Hal ini diperkuat dengan peringatan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyebut bahwa tekanan inflasi dapat meningkat signifikan jika kebijakan tersebut diterapkan,” ujar Fyqieh.

Tekanan Jangka Pendek: Dari Pasar Saham ke Kripto

Koreksi juga melanda pasar saham AS, dengan indeks Nasdaq 100, S&P 500, dan Dow Jones memasuki zona koreksi. Hal ini turut menyeret pasar kripto yang dalam 24 jam terakhir mengalami penurunan nilai pasar sebesar 2,45%, menyisakan kapitalisasi sebesar US$2,59 triliun.

Baca Juga :  WSBP Catatkan Pendapatan Usaha WSBP di TW I 2025 Capai Rp394,71 Miliar

Sentimen negatif semakin diperparah dengan dominasi posisi short oleh trader kripto. Data menunjukkan bahwa lebih dari 53% trader mengambil posisi bearish terhadap Bitcoin. Rasio long-short BTC menurun ke angka 0,89, mencerminkan ekspektasi bahwa harga Bitcoin masih berpotensi turun dalam waktu dekat.

Meski demikian, Bitcoin masih mempertahankan dominasi pasar sebesar 62%, yang menunjukkan bahwa aset ini tetap menjadi acuan utama dalam ekosistem kripto di tengah gejolak pasar.

Apakah Investor Akan Meninggalkan Kripto?

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur. Sumber: Tokocrypto.

Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, sebagian investor mulai menjauh dari aset berisiko seperti kripto. Hal ini terlihat dari Indeks Ketakutan dan Crypto Fear & Greed Index yang mendekati zona “Fear Extreme”. Tekanan jual yang tinggi serta peningkatan volume posisi put mengindikasikan sentimen pasar yang masih sangat defensif.

Namun menurut Fyqieh, masih ada ruang untuk optimisme. Ia menilai bahwa tekanan saat ini lebih dipicu oleh faktor eksternal dan bersifat sementara.

“Investor jangka panjang masih bisa melihat ini sebagai fase konsolidasi sebelum tren baru terbentuk. Apalagi, jika regulasi semakin jelas dan adopsi institusional meningkat, potensi pemulihan jangka menengah tetap terbuka lebar,” katanya.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Stagnan, Saatnya Meme Coin Jadi Primadona?

Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

Dalam jangka pendek, Fyqieh memperkirakan Bitcoin akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan rentang harga antara $72.000 hingga $81.000. Level support kuat berada di $72.800, sedangkan area resistensi berada di kisaran $84.000. Jika tekanan global terus berlanjut, harga Bitcoin bisa menguji ulang level psikologis $70.000.

Sebaliknya, jika muncul katalis positif seperti pernyataan dovish dari The Fed atau berita baik dari sisi regulasi dan kepemilikan kripto oleh institusi pemerintah, maka Bitcoin berpotensi melakukan rebound cepat di atas $85.000.

Untuk proyeksi jangka menengah hingga akhir tahun 2025, harga Bitcoin diperkirakan bisa mencapai kisaran $95.000 hingga $105.000. Dalam skenario optimistis, Bitcoin bahkan bisa kembali menguji level $120.000 hingga $125.000, terutama jika ketegangan geopolitik mereda dan The Fed memangkas suku bunga.

Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, pasar kripto belum kehilangan daya tariknya. Prospek pemulihan tetap terbuka lebar jika dinamika global berubah ke arah yang lebih kondusif. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada namun juga fleksibel, karena volatilitas tinggi bisa membuka peluang baru di tengah risiko yang ada.

Berita Terkait

Melihat Arah Industri Konstruksi dari Perspektif Waringin Megah
KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi
Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber
RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi
Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik
Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara
Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:04

Kasus Dugaan Pemalsuan Surat di Praya Barat Diselidiki, Polisi Periksa Saksi dan Telusuri Bukti

Senin, 13 April 2026 - 06:59

Aksi Cepat IPTU Yudha Aditya Warman Ungkap Peredaran Sabu, 4 Terduga Diamankan

Jumat, 10 April 2026 - 08:51

Dikejar Terdakwa, BKAD Ngaku Minta Izin Pimpinan DPRD soal Pemotongan Pokir

Kamis, 9 April 2026 - 19:02

IJU Serang Balik Kesaksian Nursalim: “Tidak Pernah Bertemu, Apalagi Jadi Jubir”

Sabtu, 4 April 2026 - 14:37

Giliran SPPI Desa Ketara Dilaporkan, Kuasa Hukum: Klien Kami Dirugikan Secara Moral dan Material

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:28

Eksepsi Nashib Ikroman: Penerima Gratifikasi Disebut Terang, Tapi Tak Diproses

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:33

‎Diduga Edarkan Obat Ilegal, IRT di Mataram Diamankan Penyidik BBPOM

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:42

Hakim Minta Pihak PLN Dihadirkan di Sidang Kasus PPJ Loteng untuk Perjelas Data yang Ditutupi

Berita Terbaru