Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade - Koran Mandalika

Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, telah mendata aset budaya yang hilang atau tidak dapat diselamatkan di dalam peristiwa kebakaran di Desa Adat Sade.

Kepada Desa Rembitan, Lalu Minakse menyampaikan beberapa aset budaya yang tidak dapat diselamatkan, diantaranya alat-alat kesenian, keris, tombak, tameng, dan perlengkapan budaya lainnya. Termasuk juga Masjid dan rumah-rumah adat.

Menurut Minakse, aset-aset adat ini tidak dapat tergantikan nilainya oleh apapun. Karena itu, semua masyarakat Desa Rembitan juga merasa kehilangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita bicara nilai dari sejarah itu sendiri tidak ada harganya. Jadi bukan hanya masyarakat Sade yang merasakan tapi juga masyarakat Desa Rembitan yang merasa kehilangan dengan ikon atau ciri khas kami selaku masyarakat adat,” katanya, Senin (24/8).

Baca Juga :  Dewan Beri Masukan Proyek DAK Taman Wisata Praya

Minakse mengatakan tradisi adat tidak hanya dilakukan oleh masyarakat di sekitar desa adat saja, tetapi semua masyarakat Desa Rembitan juga.

“Karena yang menjalankan tradisi budaya adat itu bukan hanya Sade ini saja tetapi keseluruhan dari Desa Rembitan. Hanya saja sebagai prasasti kami sebagai bentuk perjalanan adat kami tertuang di dalam rumah-rumah tradisional itu,” ucapnya.

Dia menuturkan meski nanti desa adat tersebut akan dibangun kembali namun tidak dapat sepenuhnya mengembalikan kesakralan seperti sebelumnya.

Baca Juga :  Sekolah Jadi Perjuangan: Tastura Mengajar Soroti Akses Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah

“Walaupun ke depan akan dipulihkan tentu itu hanya sebagai recovery saja. Tetapi pada dasarnya nilai dari kesakralan dari ritual-ritual itu akan kami rasakan sebagai sesuatu yang hilang,” tuturnya.

Selanjutnya, Minakse menghitung biaya yang akan dikeluarkan jika membangun ulang seperti sedia kala diperkirakan mencapai Rp 30-Rp 40 miliar.

“Kalau kita menghitung dengan materi dengan nilai sejarahnya ya gak ada (harganya). Tapi kalau kita mau membangun ulang semacam itu kita sekitar Rp 30 miliar lebih, Rp 40 miliar bahkan,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli
Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi
Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi
RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru
Tiket MotoGP Mandalika Diburu, 4 Kategori Sudah di Atas 95 Persen
Kades Kabul Dilaporkan ke Aparat, Warga Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
Kades Kateng Mangkir dari Panggilan Polisi, Kasus Pemalsuan Surat Masuk Penyidikan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02

Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:02

“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21

BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:02

Besi Datang Tepat Waktu dan Utuh, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:02

Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

Berita Terbaru