Terkendala Status Tanah, Sekolah Rakyat Permanen NTB Belum Merata - Koran Mandalika

Terkendala Status Tanah, Sekolah Rakyat Permanen NTB Belum Merata

Rabu, 23 September 2026 - 13:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkendala Status Tanah, Sekolah Rakyat Permanen NTB Belum Merata

Koran Mandalika, Mataram – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat masih belum merata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, bangunan permanen hanya ada di Kabupaten Lombok Utara, namun masih belum beroperasi.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) NTB, Ahmad Masyhuri, mengatakan di daerah lain masih menunggu giliran pembangunan.

“Persiapan yang lain pasti di ACC segera dibangun di Sumbawa sama Lombok Tengah kayaknya. Harapannya sih bisa segera juga di Bima dan di Lombok Timur,” katanya, Rabu (23/9).

Masyhuri menjelaskan bahwa kendala yang kerap ditemui adalah status tanah. Ia melanjutkan, syarat tanah untuk pembangunan ialah tidak dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), Lahan Sawah di Lindungi (LSD), dan status tanah yang lain

“Itu ternyata di satu lokasi bisa ada dua, tiga, status tanahnya ada LSD juga KP2B juga. Nah itu enggak bisa dibangun, harus di clear kan dulu,” jelasnya.

Baca Juga :  KPK Warning Dinas se-NTB Waspada Titipan Pokir Tak Sesuai Mekanisme

Ia menuturkan lokasi tanah yang dipakai untuk bangunan Sekolah Rakyat masih aman, atau bukan tanah sengketa.

“Jadi kalau tanahnya itu enggak ada masalah tidak sengketa, tanah milik pemprov bersertifikat gitu-gitu. Enggak ada masalah, landai lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerataan pembangunan Sekolah Rakyat permanen ditargetkan pada pertengahan 2027.

“Pertengahan tahun depan itu sudah bisa dibangun di Bima. Kalau yang lain itu Oktober ini sudah ada yang mulai proses administrasi, kayak lelang,” imbuhnya. (dik)

Berita Terkait

Catut Nama Wagub untuk Meminta Uang, Pemprov NTB Tegaskan Itu Penipuan
Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Harga Cabai hingga Ayam di Bawah Acuan
DPAP2KB Loteng Perkuat Penanganan Risiko Stunting dari Keluarga
Pemkab Loteng Kerahkan Ribuan Tim Pendamping Keluarga untuk Cegah Stunting
Panitia Pastikan Keabsahan Ijazah Kepala Desa Bunut Baok Terpilih, Terverifikasi di PKBM Dianda
DP3AP2KB Dorong Desa Perkuat Aturan Pernikahan Anak
DP3AP2KB Loteng Petakan Perempuan Rentan, Siapkan Program 2027
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:32

Sekda Loteng Ingatkan SPPG Sajikan Menu MBG Berkualitas, Bukan Hanya Saat Lomba

Sabtu, 7 November 2026 - 14:57

Dinkes Loteng Apresiasi Lomba Menu MBG, Dorong Peningkatan Standar Kebersihan dan Gizi SPPG

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53

​Kolaborasi MGPA dan Pride Motorsport Lewat Mandalika Racing Series: Cetak Pembalap Berstandar Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:47

Perjalanan Panjang Edi Saputra Kembangkan Mandalika Racing Series demi Cetak Pembalap Berprestasi Dunia

Jumat, 6 November 2026 - 18:51

Kekeringan 2026, Distan Loteng Catat Nihil Kerugian Petani

Jumat, 6 November 2026 - 16:16

Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng

Rabu, 4 November 2026 - 18:23

Tabrakan dengan Avanza di Pujut, Pasutri Asal Desa Prabu Meregang Nyawa

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Berita Terbaru