JJM Guru Honorer Belum Cair, BPKAD NTB Konfirmasi ke Dikbud - Koran Mandalika

JJM Guru Honorer Belum Cair, BPKAD NTB Konfirmasi ke Dikbud

Selasa, 7 Oktober 2025 - 07:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, merespons soal sejumlah guru honorer sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, yang dikabarkan belum menerima pembayaran jasa jam mengajar (JJM) dari bulan Agustus hingga September 2025.

Menanggapi hal itu, Kepala BPKAD NTB, Nursalim merasa heran dan baru mengetahui kabar tersebut.

Baca Juga :  Banggar DPR RI Bahas Kebijakan Fiskal dengan Pemprov NTB

“Coba nanti saya tanya itu Dikbud, kok bisa begitu. Saya baru tahu,” kata Nursalim, Senin (6/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan di BPKAD sendiri, proses pembayaran tidak terlalu lama, hanya dua hari jika semua dokumen yang diperlukan lengkap.

“Ya kalau lengkap SPP, SPM, bayar ya kan. Paling dua hari selesai,” jelasnya.

Baca Juga :  Program Desa Berdaya Akan Diluncurkan pada 16 Desember 2025

Dia menegaskan akan segera menghubungi pihak Dikbud untuk menanyakan terkait keterlambatan pembayaran JJM tersebut.

“Ya, hari ini saya telepon. Jangan, nggak boleh begitu kan,” tegasnya.

Ia melanjutkan, seharusnya JJM segera dibayarkan sebagai apresiasi atas jasa guru honorer yang mengajar.

“Tapi kita (BPKAD) nggak lama kalau itu, jasa orang tetap harus dibayar, dipercepat,” imbuhnya. (dik)

Berita Terkait

DPRD dan Pemprov NTB Respons Aksi Demonstrasi Pembentukan PPS
Ketua Komisi II DPRD Loteng Ferdian Elmansyah: Soal Ritel Modern, Aturan Harus Ditegakkan
BPS Terapkan Mekanisme Rekrutmen Terbuka untuk Mitra Sensus Ekonomi 2026
Bima Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa
Pocari Sweat Run 2026 Digelar di Mandalika, NTB Siap Tunjukkan Semangat Sehat
Bahas Persiapan Porprov 2026, KONI NTB Butuh Anggaran Rp 15 Miliar
Desa Berdaya Tematik Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Desa
Marak Kasus Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44

Akreditasi Internasional AACSB & LAMEMBA: Ini Alasan BINUS University Jadi Pilihan Universitas Top di Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00

Libur Panjang, 228 Ribu Orang Pilih LRT Jabodebek untuk Wisata dan Aktivitas Kota

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00

Admitad Menghadirkan Brand, Publisher, dan Agensi Terkemuka Indonesia dalam Jamuan Makan Malam Eksklusif di Jakarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:00

Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Hadirkan Program School Holiday Specials untuk Liburan Keluarga di Bali

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00

BFSI Summit Indonesia 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00

Asia Retail Innovations Summit Indonesia 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00

Pembiayaan Alat Berat Tumbuh 33,26%, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Portofolio Produktif

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:00

Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif

Berita Terbaru