Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086 - Koran Mandalika

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas masih
menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (6/10/2026), di tengah
penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil Treasury Amerika Serikat. Kondisi
tersebut membuat pergerakan XAU/USD masih berpotensi melanjutkan tren bearish,
meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober
mulai menurun setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan.

Analis Dupoin
Futures
, Geraldo Kofit, melihat tekanan jual pada emas masih cukup kuat secara
teknikal. Pada timeframe Daily, harga kembali membentuk rejection kuat di zona
resistance 4.170. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa buyer belum mampu
mempertahankan momentum kenaikan setelah harga menguji area resistance
tersebut.

“Pada timeframe
Daily, emas kembali menunjukkan rejection di level 4.170. Selama harga belum
mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, tekanan bearish masih
berpeluang berlanjut menuju support berikutnya di 4.109–4.086,” ujar Geraldo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknikal,
pergerakan tersebut juga berkaitan dengan pola Drop Base Drop yang terbentuk
pada chart Daily. Pola ini menunjukkan potensi kelanjutan tren turun apabila
tekanan jual kembali menguat. Dengan demikian, area 4.109–4.086 menjadi zona
penting yang perlu diperhatikan apabila harga kembali bergerak ke bawah.

Baca Juga :  Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Resmi Dimulai di Tangerang

Dari sisi
fundamental, emas masih berhadapan dengan tekanan dari dolar AS dan tingginya
Treasury yield. Reuters melaporkan pada Selasa bahwa harga emas spot turun
sekitar 0,3% ke US$4.128,69 per troy ounce. Penguatan dolar dan kenaikan yield
Treasury menjadi faktor yang membatasi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal
hasil.

Kondisi tersebut
terjadi meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober telah
berkurang setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Reuters
mencatat pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober jauh lebih
rendah, sementara peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian
investor.

Geraldo menilai
kondisi tersebut membuat respons pasar terhadap data ekonomi AS tetap penting.
Jika tekanan terhadap pasar tenaga kerja terus meningkat dan ekspektasi
pengetatan moneter semakin berkurang, emas sebenarnya berpotensi mendapatkan
dukungan dari sisi fundamental. Namun, selama dolar dan yield Treasury masih
bertahan tinggi, ruang kenaikan emas dapat tetap terbatas.

“Penurunan
ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober memang dapat menjadi faktor pendukung
emas. Namun, penguatan dolar dan Treasury yield yang masih tinggi menjadi
hambatan utama. Karena itu, secara teknikal rejection di 4.170 perlu menjadi
perhatian sebelum melihat peluang pembalikan arah,” jelas Geraldo.

Baca Juga :  ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

Reuters juga
mencatat yield Treasury AS masih berada di level tinggi, sementara dolar AS
tetap mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed belum sepenuhnya
keluar dari kemungkinan pengetatan kebijakan. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa perubahan ekspektasi suku bunga belum secara otomatis menghilangkan
tekanan terhadap emas.

Selain faktor
moneter, perkembangan geopolitik juga tetap menjadi variabel yang dapat
memengaruhi permintaan safe haven. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi
meningkatkan minat terhadap emas apabila risiko geopolitik kembali meningkat.
Namun, dalam jangka pendek, pergerakan dolar dan yield masih menjadi faktor
utama yang perlu diperhatikan.

Dengan kombinasi
faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga emas hari ini berpotensi
melanjutkan pelemahan apabila gagal menembus resistance 4.170. Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, area 4.109–4.086 menjadi target support yang perlu
dicermati. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistance 4.170 dan
mempertahankan posisi di atasnya, tekanan bearish dapat berkurang dan membuka
ruang bagi pemulihan harga.

Bagi pelaku pasar,
area resistance 4.170 dan support 4.109–4.086 menjadi level penting untuk
memantau arah XAU/USD selanjutnya, bersamaan dengan pergerakan dolar AS dan
Treasury yield.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87 Persen, Apa yang Mendorongnya?
Sinergi UGM, Sanggabiz, dan Komunitas Lokal: Mewujudkan Modernisasi Wellness Tourism Desa Sidorejo Berbasis Manuskrip Kuno Pawukon
Tak Harus Jadi Komika, Zie Brb Ajak Pembaca Mencoba Stand-up Comedy lewat Buku Pertamanya
Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji
PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja
Lewat BRILiaN Culture Festival, BO Segitiga Senen Tumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Kerja
Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:28

Uang Rp50 Ribu Jadi Umpan, 7 Anak Jonggat Diduga Jadi Korban

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:12

Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll DLH Lombok Tengah, Empat Tersangka Resmi Ditahan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:42

Hutang Berujung Maut, Penyidik Satreskrim Polresta Mataram Tetapkan Satu Tersangka

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:01

Ahli Pidana dari JPU Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Bisa Menjerat Pemberi

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:58

Suliadi Protes Tuntutan Berat Kasus Sewa Tower: Saya Hanya Warga Biasa

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:53

Sekda Lombok Tengah Jadi Saksi, Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Dump Truck

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:05

Sekda Lombok Tengah Dipanggil Jaksa, Pemeriksaan Berkaitan dengan Kasus Dump Truck?

Selasa, 28 April 2026 - 08:42

Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Kapolres Lombok Tengah: Jangan Cepat Puas!

Berita Terbaru

Teknologi

Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02

Teknologi

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02