DPRD PKS Ahmad Rifa'i Minta Pemerintah Segera Tangani Serius Anak Sakit di Lekor - Koran Mandalika

DPRD PKS Ahmad Rifa’i Minta Pemerintah Segera Tangani Serius Anak Sakit di Lekor

Kamis, 17 Juli 2025 - 21:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Rifa'i dengan sigap turun tangan membantu seorang anak menderita penyakit kepala besar di Desa Lekor, Kecamatan Janapria (ist)

Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Rifa'i dengan sigap turun tangan membantu seorang anak menderita penyakit kepala besar di Desa Lekor, Kecamatan Janapria (ist)

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Bentuk kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Rifa’i.

Rifa’i dengan sigap turun tangan membantu seorang anak menderita penyakit kepala besar di Desa Lekor, Kecamatan Janapria.

“Saya pribadi tahu informasinya dari grup WA Lekor Bersatu karena di Desa Lekor ada pemuda yang punya grup Lekor Bersatu sehingga kami ada kepedulian untuk mengunjungi yang sakit,” kata Rifa’i, Kamis (17/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menuturkan, lambatnya mengetahui ada anak yang sakit tersebut lantaran cakupan wilayah Lekor sangat luas. Terdiri atas 32 dusun.

Dewan Dapil Janapria-Kopang itu menuturkan bantuan yang dilakukan merupakan bentuk kerja sama dengan beberapa lembaga dan pemerintah desa. Termasuk juga Ahmad Rifa’i Foundation.

Baca Juga :  Kosmetik Ilegal Menjamur di NTB, BBPOM: Ini Jadi Perhatian Bersama

Dewan empat periode itu berharap dinas terkait seperti dinas kesehatan dan dinas sosial segera melalukan tindakan menangani penyakit balita itu.

“Kami harap dinas terkait segera melakukan hal-hal yang harus dilakukan sebagai topoksinya dia karena kita ketahui anak kita yang sakit mungkin butuh perawatan lanjutan, penanganan medis yang lebih serius,” ujar Rifa’i.

Untuk itu, dia harapkan dinas kesehatan supaya segera datang untuk mengunjungi anak yang sakit.

“Kemudian dinas sosial juga, supaya terlibat aktif. Kalau bisa bupati dan wakil bupati juga karena saudara kita yang sakit butuh biaya yang banyak. Mungkin butuh operasi, jadi butuh biaya yang sangat banyak,” tegas Rifa’i.

Baca Juga :  NTB, Bali dan NTT Sepakat Bentuk Kerja Sama Regional

Bantuan yang diberikan Rifa’i dan beberapa pihak lainnya tentunya masih jauh dari cukup untuk menangani penyakit serius tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak.

Rifa’i kembali menegaskan agar pemerintah segera terlibat. Dia berujar jangan sampai viral dahulu baru ditangani.

“Kebetulan juga kami di Komisi IV membidangi kesehatan. Insya Allah mungkin hari Senin atau hari Selasa kami akan berkunjung ke dinas terkait untuk mengkoordinasikan terkait masalah penyakit ini, supaya segera ditangani,” tegas Rifa’i.

Dia berjanji akan terus kawal anak yang sakit tersebut sampai sehat sesuai harapan.

“Mudahan penanganan sampai operasi ke luar daerah, ya kita akan kawal,” ucap Rifa’i. (wan)

Berita Terkait

Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya
Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan
Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK
DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi
Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026
Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika
Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target
Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:42

PDAM Terbuka Hadapi Kritik, 53 Ribu Pelanggan Dilayani

Kamis, 10 September 2026 - 13:27

Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, ITDC Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Kamis, 10 September 2026 - 11:42

Perubahan APBD 2026 Lombok Tengah Naik, Jalan Jadi Prioritas

Selasa, 8 September 2026 - 15:39

Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Senin, 7 September 2026 - 09:40

Tiga Penambang Tewas di Lantung, PDIP Sumbawa Soroti Pengawasan PETI

Berita Terbaru