Fakultas Bisnis LSPR Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Perikanan Desa Persiapan Blongas melalui Pelatihan Pembuatan Abon Ikan - Koran Mandalika

Fakultas Bisnis LSPR Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Perikanan Desa Persiapan Blongas melalui Pelatihan Pembuatan Abon Ikan

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Fakultas Bisnis LSPR menggelar pelatihan pembuatan abon ikan menyasar masyarakat Desa Persiapan Blongas, Lombok Barat (Ist)

Mahasiswa Fakultas Bisnis LSPR menggelar pelatihan pembuatan abon ikan menyasar masyarakat Desa Persiapan Blongas, Lombok Barat (Ist)

Koran Mandalika, Lombok Barat – Program Studi Pariwisata dan Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis, LSPR Institute of Communication and Business, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Hasil Perikanan melalui Pelatihan Pembuatan Abon Ikan di Desa Persiapan Blongas” pada Selasa (14/7) di SDN 6 Buwun Mas, Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui Hibah Internal LSPR Tahun 2026 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan, memperkuat usaha mikro berbasis potensi lokal, serta mendukung pengembangan Desa Persiapan Blongas sebagai desa dengan produk unggulan.

Acara dibuka oleh Sekretaris Desa Persiapan Blongas, Sahmin, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi LSPR Institute of Communication and Business dengan pemerintah desa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis hasil perikanan. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Persiapan Blongas, Nurjalan, juga menyampaikan harapannya agar pelatihan ini mampu melahirkan produk unggulan yang menjadi identitas desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa Persiapan Blongas memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, khususnya ikan tongkol dan berbagai jenis ikan pelagis seperti cakalang. Namun, sebagian besar hasil tangkapan nelayan masih dipasarkan dalam bentuk ikan segar sehingga memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah serta bergantung pada fluktuasi harga dan musim penangkapan. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk mengolah hasil tangkapan menjadi abon ikan yang memiliki daya simpan lebih lama, nilai jual lebih tinggi, dan berpotensi menjadi produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas Desa Persiapan Blongas.

Baca Juga :  BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Program pengabdian ini diketuai oleh Yesi Pandu Pratama Wibowo DC, M.Par., dosen Program Studi Pariwisata Fakultas Bisnis LSPR Institute of Communication and Business, dengan anggota Jati Paras Ayu, MM.Par., CHE. dan Stephanny Lianardo, MBA. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pariwisata Semester 4, yaitu Shaffa Khezia Allya Putri, Raisha Artamevia, dan Teresa Avilla, sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Untuk memperkuat aspek teknis pengolahan pangan, tim menghadirkan Lukman Ahmadi, S.Par., M.Tr.Par., CHA., dosen Seni Kuliner Politeknik Pariwisata Lombok, sebagai narasumber sekaligus instruktur utama. Materi yang diberikan mencakup teknik pembuatan abon ikan, standar mutu dan keamanan pangan, teknik pengemasan produk, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, hingga strategi promosi dan pemasaran sederhana.

Peserta pelatihan terdiri atas kelompok nelayan, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, Karang Taruna, dan masyarakat Desa Persiapan Blongas yang berminat mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan community empowerment melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif agar peserta mampu menguasai proses produksi secara mandiri.

Sebagai bentuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), tim pengabdian menyerahkan paket teknologi tepat guna berupa seperangkat peralatan produksi abon ikan serta Buku Panduan Bisnis Abon Ikan yang memuat panduan proses produksi, Standar Operasional Prosedur (SOP), pengendalian mutu, pembentukan organisasi usaha sederhana, perhitungan HPP, penentuan harga jual, hingga strategi promosi dan pemasaran. Tim juga mengembangkan desain kemasan produk sesuai standar pengemasan pangan sehingga siap dipasarkan secara komersial.

Baca Juga :  ‎Timur Tengah Memanas, Gubernur NTB Lakukan Koordinasi dengan Sejumlah KBRI

Selain pelatihan pengolahan hasil perikanan, rangkaian program PkM turut mencakup Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial untuk Promosi Pariwisata Desa Persiapan Blongas yang diketuai oleh Dr. Dewi Rachmawati, M.Si., serta Pelatihan Bahasa Inggris berbasis aplikasi English Village yang diketuai oleh Ayu Rakhmi Tiara Hamdani, M.Par. dengan anggota Siti Adelita Raif Khadijah, M.Par. Ketiga kegiatan tersebut dirancang secara terpadu untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengembangan produk lokal, promosi digital destinasi wisata, dan peningkatan kompetensi pelayanan kepada wisatawan.

Ketua Tim Pengabdian, Yesi Pandu Pratama Wibowo DC, M.Par., menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis masyarakat dalam mengolah hasil perikanan, tetapi juga membangun fondasi usaha yang berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mampu membuat abon ikan, tetapi juga memahami bagaimana mengelola usaha, menentukan harga jual, mengemas produk sesuai standar, serta memasarkan produk secara mandiri. Melalui program ini, kami ingin mendorong lahirnya produk unggulan berbasis hasil perikanan yang dapat menjadi identitas Desa Persiapan Blongas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yesi.

Melalui sinergi antara LSPR Institute of Communication and Business, Pemerintah Desa Persiapan Blongas, Pokdarwis, narasumber, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya usaha mikro berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan Desa Persiapan Blongas sebagai destinasi wisata dengan produk unggulan berbasis sumber daya lokal. (*)

Berita Terkait

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar
MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda
275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama
Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB
Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

Gudang Mau Ditambah Lantai Mezanin, Rangkanya Jangan Asal Pilih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02

Dukung Akselerasi Keuangan Digital Indonesia, Sanggabiz Rumuskan Peta Jalan Pasca-Lulus Sandbox di Buletin OJK #BeyondInfinity

Berita Terbaru