Koran Mandalika, Lombok Tengah – Puluhan tokoh warga Kecamatan Pujut rapatkan barisan dengan menggelar konsolidasi persiapan MotoGP di Sirkuit Mandalika yang akan digelar pada 3 sampai 5 Oktober 2025.
Konsolidasi digelar salah satunya karena buntut mencuatnya oknum tak dikenal yang menyebar isu tolak MotoGP. Isu itu pun meresahkan bagi warga lingkar Mandalika..
Konsolidasi yang digelar di salah hotel Mandalika itu mengangkat tema MotoGP, Lombok, dan Peta Dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Blok Pujut, yakni Rata Wijaya menegaskan apabila ada yang protes event di Mandalika maka seharusnya orang Kecamatan Pujut atau lingkar Mandalika yang harus lebih dahulu protes.
“Karena kami paling terdampak. Di sisi lain (hadirnya Mandalika) panen berkah. Beri angin segar bagi adik kita untuk akses bursa kerja,” kata Rata, Sabtu (20/9).
Rata menjabarkan saat ini banyak warga Pujut mengisi posisi penting di Mandalika. Seperti halnya pimpinan hotel saat ini banyak dipegang putra putri Kecamatan Pujut.
Dia juga menegaskan komitmen Blok Pujut dalam menjaga marwah dan integritas. Rata mengungkapkan Blok Pujut tidak pernah utang dengan pihak manapun.
“Ke depan, kami berharap integritas sosial budaya dipandang siapa pun. Warga lokal tidak bisa dipandang remeh,” tegas Rata.
Sekjend Blok Pujut Sri Anom Putra Sanjaya mengungkapkan apabila ada pihak lain menolak event di Mandalika maka secara otomatis mengganggu rezeki.
“Mereka menolak sementara kita menunggu event. Kita sangat perlukan event. Kalaupun ada yang tidak sesuai, kita pakai cara yang baik dengan diskusi,” ucap Anom yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Pujut.
Ketua Umum Solidaritas Warga Intern Mandalika (SWIM), yakni Lalu Alamin menyatakan setuju Blok Pujut terus mempertahankan integritas.
Menurut Lalu Alamin, dinamika pembangunan di Mandalika memberi dampak psikologis yang unik.
Secara sosial ekonomi, jelas Lalu Alamin, dampak hadirnya Sirkuit Mandalika luar biasa sehingga wajar apabila masyarakat terusik dengan isu penolakan event.
“Ketika yang lain masih bermimpi, warga Mandalika sedang menikmati mimpi,” tutur Lalu Alamin.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri, Kepala BLK Lombok Tengah Dedet Zhelthauzalam, Aktivis Senior Lalu Tajir Syahroni, dan Karang Taruna tiap Desa di Kecamatan Pujut. (wan)












