‎Ketua Satgas PPKS Unram Pastikan Sosok di Video Asusila Bukan Mahasiswa Unram - Koran Mandalika

‎Ketua Satgas PPKS Unram Pastikan Sosok di Video Asusila Bukan Mahasiswa Unram

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi, memastikan video asusila dua sejoli yang viral di media sosial, bukanlah Mahasiswa Unram.

‎Joko mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi terkait sosok di dalam video tersebut dan dinyatakan bahwa sosok tersebut bukanlah Mahasiswa Unram.

‎”Yang perlu saya sampaikan adalah, tidak benar video itu adalah video Mahasiswa Unram. Terutama yang KKN di Lombok Timur,” kata Joko saat dikonfirmasi Koran Mandalika, Selasa (10/2).

‎Joko menjelaskan berdasarkan tanggal upload-nya, tindakan tercela dalam video itu dilakukan sebelum Program KKN berlangsung.

‎”Jejak digital masih ada. Di Youtube juga masih ada screenshot-nya, itu diupload tanggal 25 September 2025. Dari Youtube itu nanti mengarah ke satu web blogspot dan itu bisa didownload di situ. Artinya, video itu sudah ada sebelum pelaksanaan KKN,” jelasnya.

‎Selain itu, Joko juga menyoroti bahasa serta logat percakapan dua sejoli dalam video tersebut, yang dikatakannya bukan logat NTB.

‎”Bahasanya ya. Bahasa dan logatnya itu bukan dari Lombok, bukan dari NTB,” ucap Joko.

‎Bahkan, Joko mengatakan, ada perbedaan wajah pada sosok wanita di video dengan mahasiswi yang dituduh.

‎”Secara wajah pun berbeda antara yang di video dengan mahasiswi yang dituduh itu,” kata Joko.

‎Joko menuturkan ada kemiripan antara wanita dalam video dengan mahasiswi yang diduga sebagai pelaku. Namun, kata Joko, itu bukanlah orang yang sama.

‎”Yang mirip itu hanya kacamatanya saja. Frame kacamatanya mirip tetapi frame kacamatanya pun berbeda warna. Kalau sekilas dari samping memang mirip (wajahnya), tetapi kalau yang aslinya masih ada jerawatnya kalau di video enggak ada jerawatnya sama sekali,” tuturnya.

‎Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Lombok Timur untuk melakukan kroscek.

‎Dia menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru untuk mengambil tindakan hukum kepada pihak desa yang membenarkan peristiwa tersebut.

‎”Kami tidak buru-buru untuk menggunakan pendekatan hukum ke kadesnya, karena mungkin dia juga tidak paham atau dia hanya melihat sekilas. Tetapi kita minta kepala desa nanti untuk mengklarifikasi sendiri,” ungkap Joko. (dik)

Baca Juga :  Program Ketahanan Pangan Prabowo, Polda NTB Panen Jagung di Lombok Tengah

Berita Terkait

‎NTB di Posisi 12 Provinsi Termiskin, Gubernur Iqbal: Kurangnya Orkestrasi dalam Bekerja
‎86 UMKM Kantongi NIE, BBPOM Mataram Pastikan Produk Obat dan Makanan Aman
‎Pemprov NTB Sampaikan Laporan Kondisi PMI dan Jemaah Umrah di Tengah Konflik
‎Respons Kemenhaj NTB di Tengah Panas Perang Israel Vs Iran: Persiapan Haji Aman
‎Cuaca Buruk, Dinkes NTB Beberkan Tips Tubuh Sehat saat Berpuasa
‎Lentera Ramadan, Program Baru Pemprov NTB Perkuat Syiar Islam
‎Timur Tengah Memanas, Gubernur NTB Lakukan Koordinasi dengan Sejumlah KBRI
‎BBPOM di Mataram Ungkap Distribusi Kosmetik dan Obat Keras Ilegal di Lotim

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:56

‎Pastikan Kasus Tebus Narkoba Tak Terbukti

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:45

Rumah Kader Ludes Terbakar, DPC PDI Perjuangan Lotim Gerak Cepat

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:50

PLN ULP Kopang Imbau Masyarakat Waspadai Instalasi Listrik saat Cuaca Ekstrem

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:33

‎Jalin Sinergi BUMN dan BUMD, PDAM Loteng Teken MoU dengan BIZAM

Senin, 23 Februari 2026 - 16:57

‎Dewan Ki Agus Azhar: PLN Harus Bertanggungjawab jika Terbukti Lalai

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:11

‎Innalillahi! Warga Bujak Meninggal Diduga Akibat Kabel PLN Putus

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:33

‎BIZAM Tanggapi Soal Hilangnya Barang WNA Asal Irlandia di Bagasi Penumpang

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:42

Beda dari Tahun Sebelumnya, Safari Ramadan 2026 Digelar di Masjid, Kadis Kominfo Ungkap Alasan

Berita Terbaru

Bisnis

Prospek Karir Lulusan Software Engineering

Kamis, 5 Mar 2026 - 04:07