The Fed Makin Dovish, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Justru Berpotensi Koreksi Pekan Depan? - Koran Mandalika

The Fed Makin Dovish, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Justru Berpotensi Koreksi Pekan Depan?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih akan menjadi fokus utama pelaku pasar pada pekan depan. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, harga emas berpotensi mengalami fase koreksi setelah mencatatkan penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, prospek jangka menengah logam mulia masih ditopang oleh sentimen fundamental yang relatif positif, terutama setelah data inflasi di tingkat produsen Amerika Serikat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru kembali menaikkan suku bunga. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut berpotensi membuat pergerakan emas lebih dinamis, dengan kecenderungan melemah terlebih dahulu sebelum pasar menentukan arah selanjutnya.

Dari sisi fundamental, emas (XAUUSD) masih mendapatkan dukungan setelah data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat periode Juli menunjukkan hasil yang tidak mengalami kenaikan. Data tersebut memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen mulai mereda, sehingga pelaku pasar semakin optimistis bahwa bank sentral Amerika Serikat memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan atau bahkan melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan mendatang. Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya menjadi faktor yang mampu menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, sekaligus berpotensi membatasi penguatan dolar AS.

Menurut Dupoin Futures, sentimen tersebut sebenarnya masih memberikan fondasi yang cukup kuat bagi pergerakan harga emas (XAUUSD) dalam jangka menengah. Namun, setelah kenaikan harga yang cukup agresif sebelumnya, pasar diperkirakan mulai memasuki fase konsolidasi. Sebagian investor kemungkinan memilih merealisasikan keuntungan melalui aksi profit taking, sehingga tekanan jual dalam jangka pendek berpotensi meningkat. Kondisi seperti ini merupakan hal yang umum terjadi setelah reli panjang, ketika pelaku pasar mulai mengamankan keuntungan sambil menunggu katalis baru yang mampu mendorong harga bergerak lebih tinggi.

Dalam analisis teknikal, Dupoin Futures menilai bahwa struktur pergerakan emas (XAUUSD) pada time frame Daily mulai menunjukkan sinyal pelemahan. Harga diketahui membentuk swing high baru yang mengindikasikan bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga. Terbentuknya swing high tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas jual di area harga yang lebih tinggi, sehingga membuka peluang bagi pasar untuk bergerak lebih rendah dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Selain itu, pergerakan harga juga mulai membentuk secondary trend yang mengarah ke bawah. Geraldo Kofit menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya fase koreksi di tengah tren yang sebelumnya didominasi oleh kenaikan. Dalam proyeksi Dupoin Futures, area 4.220 menjadi level support sekaligus demand zone yang perlu dicermati oleh investor. Zona tersebut berpotensi menjadi titik munculnya kembali minat beli apabila tekanan jual mulai mereda dan pasar memperoleh sentimen positif baru.

Sinyal pelemahan juga diperkuat oleh indikator Stochastic, yang saat ini bergerak turun menuju area oversold. Pergerakan indikator tersebut mencerminkan bahwa momentum bearish mulai meningkat dalam jangka pendek. Walaupun kondisi oversold nantinya dapat membuka peluang terjadinya rebound teknikal, Dupoin Futures menilai tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut selama belum muncul konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat.

Meski proyeksi jangka pendek cenderung mengarah pada koreksi, Dupoin Futures menegaskan bahwa kondisi ini belum dapat diartikan sebagai perubahan tren utama menjadi bearish. Pelemahan harga lebih dipandang sebagai proses penyesuaian yang sehat setelah reli yang cukup panjang. Dalam siklus pasar, koreksi seperti ini sering menjadi bagian dari proses konsolidasi sebelum tren utama kembali berlanjut.

Baca Juga :  Inovasi Teknologi Karya Mahasiswa BINUS University Gemparkan Maker Innovation Space Festival 2025

Pada pekan depan, perhatian pelaku pasar juga diperkirakan masih akan tertuju pada sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat, termasuk perkembangan inflasi, data tenaga kerja, serta komentar dari para pejabat Federal Reserve. Setiap perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang selama ini menjadi faktor utama penentu arah harga emas (XAUUSD).

Selain faktor ekonomi, dinamika geopolitik global juga tetap menjadi variabel yang tidak dapat diabaikan. Apabila ketidakpastian global kembali meningkat, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas berpotensi kembali menguat dan membatasi ruang pelemahan harga. Sebaliknya, apabila sentimen risiko membaik dan investor mulai kembali masuk ke aset berisiko, tekanan terhadap emas dapat berlanjut dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) pada pekan depan masih memiliki peluang mengalami koreksi teknikal meskipun didukung oleh fundamental yang relatif kondusif. Ekspektasi bahwa The Fed akan bersikap lebih dovish setelah data PPI Amerika Serikat yang melandai masih menjadi sentimen positif bagi emas. Namun, terbentuknya swing high, munculnya secondary trend bearish, meningkatnya aksi profit taking, serta indikator Stochastic yang bergerak menuju area oversold menunjukkan bahwa tekanan jual masih berpotensi berlanjut menuju support 4.220. Oleh karena itu, investor dan trader disarankan untuk mencermati pergerakan harga di area tersebut sebagai acuan dalam menyusun strategi transaksi, sembari terus memantau perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah pergerakan emas (XAUUSD) pada pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

FUGUKU Perkenalkan “GROUND ZERO” di PILLAR Plaza Indonesia
RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dukung Swasembada Gula Nasional
Dorong Kebiasaan Menabung Generasi Muda, Raya Active Bank Raya Raih Penghargaan
Fusion Hotel Group Indonesia Pererat Koneksi dengan Komunitas Kreatif Batam melalui Creator Afternoon Tea & Media Dinner
Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara
Indonesia Contact Center Association Sukses Gelar Awards Ceremony TBCCI 2026
Bank Neo Commerce Resmi Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026, Ajak Komunitas Trail Runner Kelola Keuangan Selincah Menaklukkan Trek
PBA Labs Opens Enrollment for the Certified Blockchain Developer Course

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:32

Di Balik Diam Buku Tanah, Ada Hak yang Menunggu Kepastian

Kamis, 24 September 2026 - 09:50

Bantah Tuduhan, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 18:20

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah Disorot, LSM Lidik Ungkap Dugaan Hubungan Darah Hakim dan Tim Pengacara

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Berita Terbaru