Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari - Koran Mandalika

Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari

Koran Mandalika, Mataram – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, menyoroti aturan waktu operasi warung dan kafe di Kota Mataram, yang dinilai sebagai salah satu pemicu gangguan keamanan menyusul adanya aksi pembacokan yang menghilangkan nyawa salah satu remaja di Kota Mataram.

Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi, mengatakan Pemerintah Kota Mataram harus membuat aturan tegas terhadap warung dan kafe yang buka hingga larut malam.

“Itu yang menjadi tongkrongan tempat kumpulnya. Dimana orang istirahat mereka nongkrong di situ, kemudian membuat ulah setelah dari situ. Ada yang minum, mabuk di situ,” kata Joko, Kamis (29/10).

Ia mendukung sepenuhnya jika ada regulasi yang dibuat Pemkot Mataram terhadap waktu operasional warung dan kafe tersebut.

“Saya mendukung kalau kemudian pak wali bisa menerbitkan aturannya jelas jam berapa malam aturannya boleh buka,” ucap Joko.

Joko juga menyinggung soal pengawasan yang dinilai kurang maksimal. Bukan hanya dari keluarga, tetapi juga dari masyarakat.

“Kalau kita lihat dari case yang ada, sebenarnya kan kuncinya ada di pengawasan. Kita tidak membayangkan bagaimana kemudian anak-anak yang seumuran itu jam dua jam tiga dini hari mereka ada di jalan,” singgungnya.

Baca Juga :  ‎Respons Kemenhaj NTB di Tengah Panas Perang Israel Vs Iran: Persiapan Haji Aman

Menurut Joko, saat ini sistem sosial di masyarakat sudah tidak kuat lagi. Sehingga kepedulian satu sama lain juga mulai berkurang.

“Memang ini jadi PR kita. Sistem sosial kita kan sudah mulai sangat rapuh ya, jadi ya anakmu anakmu, anakku anakku. Sehingga sistem pengawasan di masyarakat juga mulai kendor,” ujarnya.

Joko menegaskan, kalau hanya mengandalkan pengawasan dari pemerintah saja, maka tentu kurang efektif. Justru, masyarakat dan keluarga yang lebih berperan.

“Pengawasan iya, sekedar patroli iya. Tapi kan yang di masyarakat ini kan mau enggak mau orang tua dan masyarakat ini yang berperan,” tegasnya. (dik)

Berita Terkait

Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting
Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu
Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi
DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Mandaya Awards 2026, Komitmen Nyata Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02

Suku Bunga AS Tetap, Mengapa Pasar Kripto Belum Bergerak Positif?

Berita Terbaru