Koran Mandalika, Mataram – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi menemukan adanya sebuah kelompok beranggotakan siswa sekolah dasar (SD) yang diduga memiliki kelainan seksual.
Joko mengatakan, kasus tersebut terkuat setelah pihaknya menangani kasus percobaan sodomi yang dilakukan oleh anak usia sembilan tahun di wilayah Lombok Barat.
“Ada dua case ya. Yang pertama sekitar dua bulan yang lalu lah itu juga ada kasus yang serupa percobaan sodomi lah yang dilakukan oleh anak usia sembilan tahun ke anak usia lima tahun di wilayah Lombok Barat. Bulan ini ada satu case lagi percobaan, ini baru percobaan awalnya. Ini masih kita dalami lebih lanjut,” kata Joko, saat di konfirmasi via telepon, Senin (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil penelusuran LPA Mataram, percobaan sodomi yang dilakukan oleh anak tersebut merupakan syarat untuk bergabung kedalam kelompok tersebut.
“Setelah kita telusuri kita lakukan asesmen bahwa si anak itu mau melakukan sodomi supaya bisa diterima di circle anak-anak. Jadi itu bagian dari kayak prasyarat lah untuk bisa gabung di kelompok itu yang isinya juga anak-anak SD” ujar Joko.
Saat ini, LPA Mataram masih mendalami kasus tersebut. Joko menuturkan jumlah anggota kelompok tersebut sebanyak sembilan orang.
“Kami sedang konsen untuk menangani si anak yang mau melakukan itu (percobaan sodomi), setelah ini selesai baru kemudian akan berlanjut ke circle yang sudah ada tadi yang saya sampaikan ada sembilan orang itu,” tuturnya.
Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan kemungkinan adanya keterlibatan orang dewasa pada kelompok tersebut.
“Sementara yang kita temukan anak SD, tapi kan kami belum masuk ke sembilan orang anak itu nanti seperti apa kan kita akan lihat darimana mereka tahu itu (kelompok),” ujar Joko. (dik)












