Usai Viral di Medsos, Dea Lipa Buat Klarifikasi Nama Asli Deni Apriadi Rahman - Koran Mandalika

Usai Viral di Medsos, Dea Lipa Buat Klarifikasi Nama Asli Deni Apriadi Rahman

Sabtu, 15 November 2025 - 19:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram- Nama Dea Lipa kini tengah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Pasalnya, Make up artis (MUA) berparas cantik itu belakangan ini disebut-sebut berjenis kelamin laki-laki dan viral di media sosial.

Merespons isu tersebut, baru-baru ini Dea Lipa membuat klarifikasi. Ia membenarkan bahwa dirinya memang merupa seorang pria bernama Deni Apriadi Rahman, beragama Islam.

“Perkenalkan, nama saya Deni Apriadi Rahman, berusia 23 tahun, berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah,” katanya di Mataram, Sabtu (15/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengaku, dirinya memiliki keterbatasan pendengaran sejak kecil. Hal itu semakin memburuk usai ia mengalami kecelakaan saat berusia 10 tahun.

“Sejak kecil saya hidup sebagai seorang penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran, yang semakin memburuk setelah saya mengalami kecelakaan ketika berusia sekitar 10 tahun,” lanjutnya.

Deal Lipa alias Deni sejak kecil diasuh oleh nenek dari pihak ibu dikarenakan kedua orang tuanya bekerja sebagai tenaga migran.

Ia hanya menyelesaikan jenjang pendidikan sampai sekolah dasar (SD) lantaran tidak memiliki biaya.

“Saya hanya menamatkan pendidikan sampai Sekolah Dasar karena pada masa itu saya mengalami perundungan dan tidak memiliki cukup dukungan untuk melanjutkan sekolah. Setelah nenek saya wafat ketika saya kelas VI SD, saya banyak belajar bertahan hidup secara mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua Yayasan Tegaskan Dapur MBG Tidak Beroperasi Tanpa Gedung

Keterampilannya sebagai MUA didapatkan melalui platform You Tube dan media sosial lain. Ia mengaku, pekerjaannya sebagai MUA membuatnya merasa percaya diri serta dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun, kata dia, beberapa hari terakhir, ia mengalami ujian yang sangat berat. Sebuah akun media sosial memposting fotonya disertai narasi yang tidak benar, penuh fitnah, dan sangat melukai perasaannya, keluarga, serta kerabat yang selama ini mendukungnya. Postingan tersebut tersebar luas di Facebook, Instagram, hingga TikTok.

“Saya tidak mengenal pemilik akun tersebut, tidak pernah bertemu, tidak pernah berkomunikasi. Saya juga tidak pernah memberikan izin untuk menggunakan foto-foto saya. Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan menuduh saya sebagai “penista agama”, “kaum sodom”, “Sister Hong dari Lombok”, serta menuduh saya melakukan hal-hal yang tidak saya lakukan,” ujarnya.

Terkait tuduhan yang mengatakan dirinya beribadah di saf perempuan saat di masjid serta beribadah layaknya perempuan, dengan tegas ia menepis tuduhan tersebut.

“Dengan tegas saya menyampaikan, tuduhan bahwa saya memakai mukenah, masuk ke masjid, dan beribadah di saf perempuan adalah tidak benar. Saya menghormati agama. rumah ibadah, menghormati tata cara ibadah, dan memahami adab-adab dalam agam,” tegasnya.

Tidak sampai disitu, ia juga menepis tuduhan bahwa dirinya pernah bertunangan, memiliki hubungan dengan laki-laki, atau melakukan hal-hal di luar batas.

Baca Juga :  MTQ XXXI NTB 2026 Digelar di Poltekpar Lombok, Kampus Siapkan Fasilitas Terbaik

“Bahkan tuduhan bahwa saya mengidap HIV pun merupakan fitnah. Saya baru menjalani tes HIV di klinik PKBI, dan hasilnya negatif,” sambungnya.

Tentang pilihan pakaian, ia membenarkan pernah menggunakan jilbab. Baginya, jilbab adalah simbol kecantikan, kelembutan, dan kehormatan seorang perempuan Muslimah yang selalu ia kagumi sejak bertahun-tahun.

Dia menjelaskan, dirinya sama sekali tidak berniat menjadikan busana tersebut sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapapun. Menurutnya, Itu adalah bentuk ekspresi diri yang lahir dari kekaguman dan keinginan melindungi dirinya dari pelecehan.

Ia mengungkapkan dirinya tidak pernah ingin menimbulkan kegaduhan atau menyakiti perasaan orang lain. Ia memahami bahwa masyarakat NTB, adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama, budaya, dan kesopanan.

“Karena itu, melalui pernyataan ini saya ingin memperjelas, sekaligus berharap bahwa tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang,” ungkapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Terlebih, dia menuturkan ada cara yang lebih baik dan lebih bijak untuk mengingatkan, membimbing, atau menegur seseorang.

“Bukan dengan fitnah, cacian, atau penghakiman di ruang publik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan, doa, dan kesempatan kepada saya untuk menjelaskan duduk perkaranya dengan cara yang baik,” tandasnya. (dik)

Berita Terkait

Eksekusi Hotel Arianz Mataram Tuai Protes Ahli Waris
Pengamat Nilai Miq Hul Miliki Sejumlah Keunggulan Jika Terpilih Pimpin KONI NTB
Dewan Muazzim Bakal Perjuangkan Iuran BPJS bagi Pekerja Informal
Pedagang Beberkan Harga Bahan Pokok Pasca MBG beroperasi
Kelangkaan BBM Mulai Terasa, Antrian Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Lombok Tengah
Belum Dipasarkan, Harga Paving Block Plastik Belum Masuk Perda Kota Mataram
Empat Wisatawan Alami Insiden di Pantai Semeti, Satu Meninggal
Serahkan Program PISAW di Lombok Tengah, Sari Yuliati Tegaskan Golkar Tak Pernah Lupakan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:02

Alparsa Karya Group Perkuat Layanan Design & Build Terintegrasi untuk Kawasan Jabodetabek

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:02

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Konektivitas Ekosistem Pelabuhan Melalui Pertumbuhan Kinerja Semester I 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:02

ITSEC Asia (IDX: CYBR) Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan dan Memimpin Era AI

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:02

Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Riset, Inovasi, dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:02

Perkuat Mutu Layanan Perhotelan, SUCOFINDO Serahkan Sertifikasi ISO 9001:2015 kepada Hotel FUGO Samarinda

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:02

Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di Bursa Efek Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:02

Di Tengah Ancaman Konflik, 11 Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:02

Cara Memilih Sistem POS untuk Bisnis

Berita Terbaru

Daerah

Eksekusi Hotel Arianz Mataram Tuai Protes Ahli Waris

Senin, 10 Agu 2026 - 19:44