Singgung Warga Lotim Banyak Kerja di Loteng, Pathul: Orang Lombok itu Keluarga Besar - Koran Mandalika

Singgung Warga Lotim Banyak Kerja di Loteng, Pathul: Orang Lombok itu Keluarga Besar

Jumat, 20 Juni 2025 - 10:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidato Bupati Lombok Tengah menanggapi kisruh surfing di Teluk Ekas Lombok Timur (Jafar/Prokopim)

Pidato Bupati Lombok Tengah menanggapi kisruh surfing di Teluk Ekas Lombok Timur (Jafar/Prokopim)

Koran Mandalika, Lombok Tengah- Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri memberikan pandangan soal video viral Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengusir boatman asal Lombok Tengah di kawasan Teluk Ekas.

Pathul menilai persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang dan harus disikapi dengan bijak. Mengingat, laut merupakan kewenangan pemerintah pusat serta bagian dari semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan perpanjang soal tersebut. Kalau kita melihat kondisi kita di Lombok Tengah, di Pasar Jelojok misalnya, banyak pedagang berasal dari Lombok Timur. Inilah yang mencerminkan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Pathul, Jum’at (20/6).

Pathul menegaskan bahwa meskipun laut menjadi kewenangan pemerintah pusat, daerah tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengawal, dan memanfaatkannya secara aman dan adil.

“Kita punya tugas untuk menjaga dan mengawal agar tetap aman serta bisa memperoleh manfaat dari hasil laut tersebut,” ujar Pathul.

Menurutnya, masyarakat Lombok Timur banyak yang beraktivitas di wilayah pesisir selatan Lombok. Menurutnya, hubungan antara masyarakat Lombok Tengah dan Lombok Timur harus dipandang sebagai bagian dari satu keluarga besar.

“Orang Lombok itu keluarga besar. Lombok Timur juga bagian dari kita. Laut ini milik pemerintah pusat. Tidak bisa kita mengatakan orang tidak boleh berkunjung ke Teluk Ekas, meskipun mereka tidak menginap di sana. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Sambut Baik KNMP, Nelayan Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak

Pathul berharap agar persoalan ini menjadi pelajaran bersama. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan diskusi antardaerah dalam mengambil kebijakan, agar tidak menimbulkan gesekan di lapangan.

“Ini bukan soal menyalahkan siapa, tapi menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama. Menjadi referensi ke depan bahwa koordinasi dan diskusi itu penting agar kita mampu mengambil kebijakan secara arif dan bijaksana,” pungkasnya. (wn)

Berita Terkait

RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru
Tiket MotoGP Mandalika Diburu, 4 Kategori Sudah di Atas 95 Persen
Kades Kabul Dilaporkan ke Aparat, Warga Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
Kades Kateng Mangkir dari Panggilan Polisi, Kasus Pemalsuan Surat Masuk Penyidikan
Jam Pengolahan hingga Bahan Baku Disorot, Ada Apa dengan SPPG MBG di Loteng?
Mandalika Diserbu Bintang! MotoGP dan Musik Siap Mengguncang NTB
Kasus Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Naik Penyidikan, Saksi Baru Menyusul
Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02